Menurut Manuri, pemilik toko emas Cahaya Abadi Gurah, penurunan penjualan yang terjadi di tokonya cukup drastis. Mencapai 40 persen dibanding bulan lalu.
Mereka yang datang ke tokonya tidak banyak yang membeli. “Pengunjung yang datang lebih banyak melakukan penukaran dibandingkan pembelian," ujar Manuri kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Mayoritas yang menukarkan emas itu adalah petani atau buruh swasta. Alasan mereka adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu masyarakat yang melakukan penukaran emas itu adalah Reni. Perempuan 30 tahun asal Gurah itu menyebut alasannya menjual emas di toko milik Manuri karena harganya terbilang mahal.
Baca Juga: Penjualan Tiket Bus di Terminal Kediri Turun, Imbas Perbaikan Jembatan Semampir
“Saya jual karena kebutuhan ekonomi,” aku Reni yang berharap bisa kembali berinvestasi saat harga emas kembali turun.
Sementara itu, Alisa pengunjung lainnya, mengaku menjual perhiasan emasnya untuk ditukarkan dengan perhiasan lain yang ukurannya lebih kecil. Dia terpaksa melakukannya karena untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah.
“Selain butuh uang, juga pengen ganti model yang lebih kecil,” ungkapnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian