Seperti yang diketahui, Indonesia adalah negara agraris nan subur yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa. Di mana sebagian besar rakyatnya hidup turun-temurun sebagai petani. Jika ditarik sejarah ke belakang bahkan sampai saat ini, Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan dasar pangannya sendiri terutama bahan baku yang mampu memenuhi produksi sendiri.
"Tanaman tebu pun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hasil produk gula nasional," ujar Wakhyu Priyadi Siswosumarto, General Manager PG Meritjan.
Sesuai program pemerintah pusat, melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) telah ditargetkan bahwa pada 2027 mendatang swasembada gula nasional harus terpenuhi. Maka dari itu, semua pabrik gula milik negara diwajibkan untuk fokus pengembangan produksi gula kristal putih (GKP).
"Dan tentu hal ini harus diimbangi dengan kecukupan bahan baku tebu," tegasnya.
Untuk meningkatkan produksi gula dan pemenuhan bahan baku tebu, PG Meritjan selalu bersinergi dengan para petani tebu di wilayah kerja PG Meritjan. "Kami terus bersinergi, mendorong, dan meningkatkan kerjasama dengan petani untuk pemenuhan bahan baku tebu," tegas Wakhyu.
Melalui momentum hari tani nasional ini, PG Meritjan mengharapkan generasi petani tebu milenial terus semangat dan meningkatkan luasan lahan untuk tanaman tebu. Dan PG Meritjan terus melakukan inovasi untuk peningkatan pelayanan petani.
"Selamat Hari Tani Nasional, Terima kasih kepada para petani yang telah bekerja keras untuk menyediakan bahan baku tebu untuk PG Meritjan, sehingga PG Meritjan terus eksis hingga saat ini dan banyak memberi manfaat untuk masyarakat sekitar ," ucap Wakhyu.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian