KEDIRI, JP Radar Kediri– Kenaikan harga daging ayam dan telur ayam menyita perhatian publik. Itu karena kenaikannya terjadi secara bersamaan.
Kini, harga daging ayam berada pada kisaran Rp 38 ribu per kilogram (kg). Sedangkan untuk telur ayam dibanderol dengan harga Rp 28 ribu per kg.
“Kenaikan harga ini juga karena ada perubahan HAP (harga acuan penjualan, red),” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan.
Menurutnya, HAP yang dinaikkan oleh pemerintah ini mengakibatkan harga kebutuhan pokok di pasaran ikut melambung.
Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan oleh peternak juga merangkak naik. Misalnya adalah pakan ternak jagung. Yaitu semula Rp 5.500 menjadi Rp 6.000.
“Secara umum kenaikan ini masih wajar karena biaya produksi juga sedang naik,” ucap Ridwan kepada media ini.
Untuk diketahui, selain faktor di atas, Ridwan menduga jika anakan ayam pedaging saat ini sulit untuk didapat.
Sehingga harga juga ikut merangkak naik. Namun demikian, pihaknya memastikan jika kenaikan harga ini tak berlangsung lama.
Itu karena pihaknya juga sedang berupaya agar harga bisa segera stabil. “Kenaikan ini tak akan berlangsung lama. Kami mengupayakan agar harganya segera turun,” ungkap Ridwan.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir. Sebab gejolak harga kebutuhan pokok memang wajar terjadi.
Ketika permintaan naik dan persediaan sedikit maka harga akan naik. Sebaliknya ketika permintaan turun tetapi stoknya banyak maka harga akan menurun.
“Masyarakat tetap tenang dan tak perlu panik. Stok dipastikan aman dan harga segera turun,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita