Lilik, pedagang di Pasar Setonobetek Lilik mengatakan, kenaikan harga telur ayam itu sudah terjadi hampir seminggu ini. “Setelah daging ayam, kini telur ayam juga ikut-ikutan naik,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan dua komoditas ini membuat penjualan di kiosnya menurun. Jika biasanya daging ayam naik maka masyarakat akan berbondong-bondong membeli telur ayam terlebih dahulu.
Sekarang, tak ada lagi alternatif. Dua-duanya mengalami kenaikan. Membuat omzet dagangannya ikut turun. “Biasanya t 15 kg (kilogram, Red) telur bisa habis dalam tiga hari. Sekarang sisanya masih banyak,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Adapun Joko, pedagang Pasar Setonobetek mengatakan, kenaikan harga telur hampir sama dengan situasi sebelum Lebaran kemarin. “Sekarang per kilogram di angka Rp 28 ribu. Sama dengan harga saat menjelang Lebaran kemarin. Ini diperkirakan masih bisa naik,” terangnya.
Joko pun menyebut jika harga telur ini lebih sering naik. “Jika permintaan sedang ramai, bisa 1 kuintal. Tapi kalau kondisi seperti ini mentok di 80 kg saja,” ucap lelaki berusia 62 tahun itu.
Ditanya penyebab kenaikan harga, dua pedagang tersebut tak mengetahuinya. Yang jelas, harga naik ketika stok di pasar kini menjadi lebih sedikit.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Zumrotus, penjual telur berlokasi di Jalan Gatot Subroto, No. 181, Mrican, Kecamatan Mojoroto. Perempuan 52 tahun itu melaporkan bahwa harga telur terus mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. “Harganya naik Rp 2 ribu per kilogram,” aku Zumro kepada Wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Selasa, (16/9).
Naiknya harga telur tersebut ditentukan dari pemasok dan peternak ayam petelur. Dia memprediksi jika harga telur akan tetap naik dalam waktu sepekan ke depan.
Sementara itu, Laila, 40, salah satu pembeli mengatakan, kenaikan harga tersebut memaksanya untuk mengurangi konsumsi telur. “Sementara ini beli sayur dan ikan saja yang lebih terjangkau,” bebernya.
Lebih jauh, Laila menyebut jika kenaikan harga ini terjadi hampir satu minggu terakhir. Dia pun heran dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang terjadi secara bersamaan.
“Ini bumbunya seperti cabai juga naik. Lama-lama semuanya naik, kita masyarakat yang susah,” ujarnya dengan nada kesal.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian