Seperti yang diutarakan General Manager Hotel Citihub, Wisnu Tri Andika. Pria 40 tahun itu menyebutkan, momentum long weekend ini berdampak pada okupansi hotel yang nyaris naik seratus persen.
“Dari 59 kamar yang disiapkan hanya tersisa satu kamar yang kosong,” ucap Wisnu kepada Jawa Pos Radar Kediri pada Senin (8/9).
Peningkatan jumlah itu terjadi sejak Kamis (4/9). Pada saat itu, terisi 51 kamar dari 59 kamar yang tersedia. Sedangkan pada Jumat (5/9) terisi 53 kamar. Dan di hari Sabtu (6/9), kamar terisi secara menyeluruh, hanya tersisa satu kamar yang kosong. Tamunya berasal dari luar kota. Dan banyak pula dari pegawai korporat dan keluarga.
Baca Juga: Sinergi dengan Pemkab Kediri, PG Ngadiredjo Sukseskan Program Gerakan Pasar Murah di Tiga Desa
“Omzet kami naik 15 persen,” tegas Wisnu. Kondisi itu cukup baik mengingat Kediri sedang masa pemulihan paca-insiden yang mencekam pada akhir Agustus lalu. Diperlukan strategi khusus untuk menciptakan rasa aman dari pihak perhotelan.
Setelah peristiwa mencekam satu malam itu, pihaknya memperketat keamanan hotel. Kerjasama pengamanan dengan aparat juga dibangun untuk melakukan penjagaan di luar hotel.
Hal serupa juga dilakukan Hotel Jamboo. Bagus Wijaya, 31, Accounting Hotel mengatakan, lonjakan tamu juga terjadi di hotelnya. “Kamar di hotel kami penuh semua, 45 kamar terisi,” ujar.
Ia menambahkan bahwa tamu yang bermalam di hotelnya kebanyakan dari kalangan keluarga. Tingginya tamu hotel menunjukkan ekonomi di Kediri terus membaik. Hal ini juga harus didukung dengan pengadaan dan pelestarian destinasi wisata Kediri untuk mendongkrak wisatawan dari luar kota.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian