Seperti yang disampaikan Pur, 54, warga Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Dia merasa takaran gas elpiji subsidi sudah tidak sesuai. “Saya tidak menimbang secara langsung tapi karena sering membeli dan mengamati jadi tahu mana yang isinya benar tiga kilogram dan mana yang kurang,” tuturnya.
Selama ini, tabung gas elpiji 3 kilogram miliknya bisa habis dalam waktu 2 minggu. Tapi belakangan ini, dengan penggunaan yang sama tabung gas miliknya bisa habis dalam kurun waktu 1 minggu.
Hal lainnya yang bisa dirasakan adalah ketika diangkat terasa ringan. Tidak seberat tabung gas elpiji pada umumnya. Pur juga sempat menanyakan kepada pemilik toko. Sayangnya pemilik toko tidak bisa memberikan kepastian. Sebab yang diperoleh dari pangkalan, itulah yang dijual ke konsumen.
“Satu dua kali tak biarin. Niatnya mencari yang dekat rumah. Tapi sekarang udah beli di tempat lain dan takarannya lebih sesuai,” imbuhnya.
Pur pun mempertanyakan terkait penyeleksian tabung gas elpiji yang lolos dijual ke konsumen. Sebab dengan harga yang sama, kenapa takarannya bisa berbeda-beda. Semua menjadi pertanyaan yang belum terjawab, apakah memang keteledoran atau ada oknum yang menyalahgunakan
Sementara itu, Ris, 45, penjual gas melon mengaku, tidak begitu memperhatikan terkait takaran tabung gas elpiji yang dijual di tokonya. “Saya kurang memperhatikan. Dapat dari pangkalan langsung saya jual,” dalihnya.
Dia menyebut selama ini juga jarang sekali mendapat komplain dari pelanggannya. Bahkan terkait kenaikan harga pun tidak menjadi masalah asalkan stok tetap tersedia.
“Sejauh ini harga melebihi HET (harga eceran tertinggi, Red) masyarakat tetap membeli. Saya beli dari pangkalan Rp 18 ribu, kemudian saya jual di sini (toko miliknya, Red) Rp 20 ribu,” beber perempuan yang membuka warung di Kecamatan Gampengrejo itu.
Lalu terkait takaran yang tidak sesuai ini, pihaknya akan melakukan evaluasi dan mempertanyakan kepada pangkalan. “Saya tidak bisa menyebutkan nama pangkalannya, coba kami sampaikan keluhan pelanggan terlebih dahulu. Barangkali ini memang ketidaksengajaan,” pungkasnya.
Di lain sisi, ketika pihak Jawa Pos Radar Kediri ingin konfirmasi kepada Pertamina diarahkan untuk menghubungi nomor 135. Namun ketika dicoba, tidak langsung terhubung dengan pihak Pertamina.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian