Di beberapa toko yang dihampiri wartawan Jawa Pos Radar Kediri, harga tabung gas elpiji seberat 3 kilogram sudah tembus Rp 20 ribu. Padahal HET-nya hanya Rp 18 ribu per tabung.
Baca Juga: Pemdes Ngeco Kediri Dorong Warga Tanam Sayuran di Rumah Masing-Masing, Ini Alasannya
“Kenaikan harga ini (gas elpiji 3 kg, Red) secara bertahap,” begitu pengakuan Mila warga Kecamatan Kota Kediri. Kenaikan harga eceran itu terjadi sejak beberapa bulan lalu. Meski harganya di atas HET, warga yang membeli elpiji subsidi ini tidak pernah sepi.
Saking banyaknya permintaan warga, keberadaan gas itu kini mulai langka. “Permintaannya meningkat tetapi pasokannya semakin sedikit,” jelas pedagang berusia 28 tahun itu.
Baca Juga: Pasutri Asal Desa Ngreco Kediri Ini Puluhan Tahun Geluti Usaha Pembuatan Kerupuk Udang
Meski permintaan meningkat, pasokan di warungnya tetap dijatah. Setiap dua hari sekali hanya diberi enam tabung gas. Sedangkan stok tersebut bisa ludes dalam hitungan jam saja. Bahkan dalam satu hari ada belasan orang yang menanyakan keberadaan gas elpiji 3 kilogram ini.
Berkurangnya pasokan tabung gas elpiji melon itu terjadi sejak satu bulan terakhir. Kondisi serupa juga dialami Sarkam, pedagang asal Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota. Dia mengaku, dalam satu minggu terakhir ini hanya mendapat jatah 18 tabung gas elpiji.
Baca Juga: Dorong Bakat Tarik Suara Anak, Surya Hotels Group Kediri Hadirkan Rising Star Singing Competition.
“Ini (gas elpiji 3 kg, Red) habis tidak sampai satu minggu. Jadi lebih banyak masyarakat yang kecelek daripada yang dapat,” terangnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Laki-laki berusia 45 tahun itu tidak mengetahui pasti penyebab kelangkaan gas elpiji. Terkait harga yang melebihi HET, Sarkam menyebut tidak ada yang komplain. “Kalau harga tidak ada komplain, yang dikeluhkan tidak ada stok,” paparnya.
Baca Juga: PG Meritjan Dongkrak Ekonomi Warga dan Kembangkan Pendidikan
Di lain sisi, Rani, salah satu ibu rumah tangga mengaku kesulitan mencari tabung gas elpiji. “Dia sudah mendatangi tiga toko tetapi hasilnya nihil,” beber perempuan asal Kelurahan Dandangan itu.
Menurut Rani, sulitnya mencari pasokan gas elpiji ini menjadi masalah besar bagi ibu rumah tangga sepertinya. Itu karena gas elpiji seperti menjadi kebutuhan pokok yang harus selalu ada.
Baca Juga: Beras Bansos Dijual di Marketplace, Ini Kata Bulog Kediri
“Secara tidak langsung, kehidupan sehari-hari sudah bergantung pada tabung gas. Jadi kalau tidak ada ya terpaksa tidak bisa memasak,” ujarnya.
Dengan demikian dia berharap segera ada penyelesaiannya. Sebab masyarakat dari berbagai kalangan hidupnya bergantung pada tabung gas ini. “Dari kalangan pedagang hingga ibu rumah tangga membutuhkan,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.