Sidak tersebut menyasar sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri. Mulai dari Pasar Bandar, Pasar Setonobetek, dan Pasar Pahing. Hasilnya, ditemukan satu merk beras premium yang ternyata berkutu.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Rice Oryza mengatakan, beras premium yang berkutu itu merk Koi.
“Berasnya kemasan 5 kilogram, merk Koi warna hijau dan biru,” ujar perempuan yang akrab disapa Riris itu.
Menurutnya, munculnya kutu di beras itu diduga karena beras lama. Kemungkinan karena tidak terjual dan belum ditarik dari etalase.
Untuk diketahui, selain menemukan beras premium berkutu. Petugas juga masih menemukan beras premium merk Sania. Yang termasuk dalam dugaan beras oplosan.
“Terkait beras merk Sania itu masih dalam penyelidikan di pusat. Dari pusat pun belum menyatakan apakah oplosan atau bukan,” imbuhnya.
Riris menegaskan, sidak yang dilakukan oleh tim gabungan kemarin merupakan bentuk pengawasan. Selain mengecek apakah ada indikasi beras oplosan, pihaknya juga mengecek takaran, mutu, dan izin edarnya. Apakah sudah sesuai standar atau belum.
“Sidak beras ini untuk melindungi masyarakat agar mereka yang mencari premium (mendapat beras) sesuai dengan kualitasnya,” pungkasnya. Pedagang yang masih menjual beras merk Sania dan merk Koi yang ada kutunya hanya diberi peringatan.