KEDIRI, JP Radar Kediri– Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, permintaan kurma di Kota Kediri melonjak tajam. Peningkatan penjualan kurma itu mulai terjadi sejak sepekan sebelum memasuki bulan puasa.
Tingginya penjualan itu terjadi di toko kurma yang ada di Kota Tahu. Salah satunya di toko milik Hidayah, 59. Pedagang kurma di jalan Joyoboyo Kota Kediri menyebut permintaan kurma di tokonya naik empat kali lipat.
“Satu minggu terakhir, penjualannya mencapai 20 kilogram (kg) setiap harinya. Tentu ini lebih banyak dari hari biasa yang hanya 5 kg,” jelas Hidayah.
Menurutnya, permintaan yang meningkat ini mayoritas untuk konsumsi pribadi. Beberapa juga untuk keperluan buka bersama di masjid. Lebih lanjut, dia menjelaskan, kurma yang ada di kiosnya berasal dari berbagai negara.
Dia menyajikan kurma dari Mesir, Dubai, Iran, Irak, Saudi Arabia, Tunisia, dan Palestina. Sedangkan untuk jenis kurmanya ada 10 macam. Yakni Mesir, Irak, Sayer, Khalas, Lulu, Safawi, Tunish, Kurma Anggur, Ajwa, dan Medjol.
“Kalau tahun ini yang banyak diminati oleh konsumen jenis kurma Mesir dan Khalas,” imbuhnya.
Harga setiap jenis kurma juga berbeda-beda. Jenis Mesir Rp 38 ribu per kg, Irak Rp 32 ribu per kg, Sayer Rp 34 ribu per kg, dan khalas Rp 44 ribu per kg.
Kemudian ada Lulu Rp 80 ribu per kg, Safawi Rp 70 ribu per kg, dan Tunisia Rp 100 ribu per kg. Sama dengan Tunisia, Kurma Anggur juga dibanderol Rp 100 ribu per kg.
Sedangkan harga di atas Rp 100 ribu ada jenis Ajwa Rp 290 ribu per kg, dan Medjol Rp 260 ribu per kg. Hidayah mengungkapkan jika konsumen yang ada di kiosnya saat ini 70 persen berasal dari wilayah Kediri. Sedangkan untuk luar kota berasal dari Kertosono, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung.
Karena permintaannya melonjak, omzet penjualannya ikut terkerek. Selama seminggu menjelang puasa, omzet penjualannya bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta.
Yang dia khawatirkan adalah harga pada beberapa jenis kurma mengalami kenaikan. Jika naik maka keuntungan yang diperoleh semakin sedikit.
“Saat harga dari distributor naik, saya tidak bisa langsung ikut menaikkan juga. Takut kalau pelanggannya enggan membeli,” terangnya.
Rofiq, 55, asal Kota Kediri mengaku, membeli kurma dalam jumlah banyak untuk keperluan buka bersama dengan jamaahnya. Dia membeli jenis kurma Mesir dan Khalas karena rasa dan teksturnya yang paling cocok di lidah dibandingkan dengan jenis lain.
“Saya pernah memberikan jenis kurma yang lain. Tetapi justru tidak dimakan mungkin karena kurang pas di lidah,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian