KEDIRI, JP Radar Kediri– Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Kediri beri kejutan. Pada awal tahun, Kota Tahu mengalami deflasi yang cukup dalam. Yakni sebesar -0,70 persen untuk bulan ke bulan (mtm).
Poin tersebut lebih tinggi dari Jawa Timur yang poinnya sebesar -0,54 persen. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Emil Wahyudiono, ada beberapa kondisi yang mengakibatkan deflasi.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Pasar Tradisional Kediri Raya Sepi Pembeli
Salah satunya datang dari stimulus biaya listrik berupa diskon 50 persen. Program itu menyasar 81,42 juta pelanggan di Indonesia. “Penyumbang deflasi terbesar dari tarif listrik dengan andil -1,37 persen,” jelasnya lewat rilis.
Selain tarif listrik, penyumbang deflasi juga berasal dari bawang merah dengan andil sebesar -0,04 persen. Lalu, komoditas ketiga adalah telur ayam dengan kontribusi -0,03 persen.
Kemudian untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap mengalami inflasi. Salah satu indikasinya adalah kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah karena menurunnya kualitas dan jumlah produksi.
Baca Juga: Jelang Puasa Harga Emas Makin Melonjak, Cek Harga Hari ini
Selain itu, masih ada lagi kenaikan komoditas lainnya. Meliputi perhiasan emas, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, hingga tanaman hortikultura lainnya.
Menurut pria yang akrab disapa Emil itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk bahan-bahan pokok yang harganya fluktuatif.
Seperti cabai rawit. Dia menekankan pentingnya menjaga proses distribusi berjalan lancar. Sebab, Kota Kediri bukan menjadi daerah penghasil produk pertanian. “Perlu bekerja sama dengan daerah-daerah penghasil,” ujarnya.
Baca Juga: Layanan Perbankan Optimal dan Tata Kelola yang Baik Jadi Fondasi Resiliensi Kinerja BRI
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya memiliki cold storage. Pasalnya, ada beberapa produk pertanian yang memang bergantung pada musim. Hasil produksinya bisa sangat melimpah dan bisa sangat langka. Oleh karena itu, diperlukan tempat penyimpanan khusus untuk menjaga pasokan bahan-bahan pangan agar tahan lama.
“Kota Kediri juga memiliki lahan terbatas. Dan masyarakat rasanya senang pedas, dinas terkait bisa menggalakkan menanam cabai di masing-masing rumah tangga,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di Grup Telegram " Radar Kediri ". Caranya klik link join telegramradarkediri . Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian