Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Permintaan Ikan Air Tawar Melonjak Hingga Tembus 8 Ton per Bulan, Omzet Capai Ratusan Juta

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 31 Januari 2025 | 06:24 WIB

 

ILUSTRASI IKAN AIr TAWAR: Permintaan di sentra perikanan Desa Canggu, Badas mengalami lonjakan.
ILUSTRASI IKAN AIr TAWAR: Permintaan di sentra perikanan Desa Canggu, Badas mengalami lonjakan.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Permintaan ikan air tawar di Dusun Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Badas melonjak drastis. Sejak awal tahun ini, permintaan ikan konsumsi air tawar tembus 8 ton per hari.

Melonjaknya permintaan air tawar konsumsi itu disampaikan oleh Krisna, pembudidaya ikan lele, nila, gurame. "Permintaan ikan air tawar konsumsi ini masih fluktuatif. Tapi ini mulai ada peningkatan sejak 1 bulan terakhir ini,” jelas lelaki berusia 48 tahun.

Jika biasanya permintaan ikan konsumsi di tempatnya hanya 4 ton per bulan. Kini bisa mencapai angka 7-8 ton. “Naiknya 2 kali lipat,” imbuhnya.

Untuk harga lele dipatok sebesar Rp 19 ribu per kilogram. Sedangkan nila mencapai Rp 26 ribu per kilogram. Jika dihitung omzet terendahnya, para peternak ikan air tawar mampu meraup Rp 125 juta per bulan.

Sejauh ini, permintaan ikan air tawar mayoritas berasal dari luar kota hingga ke luar pulau. Rata-rata permintaan datang dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Bali. Umumnya pelanggan membeli untuk kebutuhan budidaya lagi. Tidak jarang juga kepentingan tempat makan.

Untuk penjualan bibit air tawar, pembudidaya ikan air tawar bisa menjual 700 ribu hingga 800 ribu ekor setiap bulannya. Untuk bibit paling murah diberi harga Rp 150 per ekor ya.

Tingginya permintaan tersebut diduga karena faktor cuaca. Pada saat musim hujan, permintaan ikan air tawar selalu mengalami lonjakan. Sementara saat musim kemarau, permintaannya malah menurun. Jika dilihat dari tingginya permintaan bibit ikan maka ada kemungkinan pembelinya membuka kolam baru di luar daerah.

Hal itu juga disampaikan oleh Azam Bakhor Zaidi. Pembudidaya ikan asal Desa Canggu, Kecamatan Badas itu menyebut ada tiga faktor yang menyebabkan permintaan ikan khususnya untuk benih. 

Pertama karena musim hujan 'rendhengan'. "Di beberapa daerah target pasar seperti Lamongan, Gresik, dan Tuban memiliki air untuk pembesaran ikan. Sehingga permintaan benih ikan air tawar meningkat," ucapnya. 

Lalu Kedua, permintaan benih ikan konsumsi air tawar tidak hanya dari daerah pesisir utara Jawa Timur saja. Sekarang sudah merambah hingga ke luar Pulau Jawa seperti Makassar, Batam, Papua, dan lain-lain.

Dan yang ketiga, sekarang ada inovasi baru pembesaran ikan konsumsi dengan sistem bioflok di area semi perkotaan dan perkotaan. Perekembangan metode pemeliharaan ikan di perkotaan itu membuat permintaan benih juga meningkat karena adanya tren tersebut. 

Sayangnya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid belum memberikan respons saat dikonfirmasi terkait dengan tingginya permintaan tersebut. Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp masih belum masuk.

 
Editor : rekian
#badas #kediri #permintaan ikan #desa canggu #ikan konsumsi #ikan air tawar #surowono