Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenapa Jumlah Kunjungan Bendung Gerak Waru Turi Kediri Menurun? Ternyata Ini Pemicunya

rekian • Sabtu, 25 Januari 2025 | 16:00 WIB

 

MAHAL: Tiga laki-laki saat menikmati sore dengan berolahraga lari di wisata Bendungan Gerak Waruturi, Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo.
MAHAL: Tiga laki-laki saat menikmati sore dengan berolahraga lari di wisata Bendungan Gerak Waruturi, Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Menurunnya kunjungan ke wisata Bendungan Gerak Waruturi disebabkan karena banyak faktor. Pengunjung ogah masuk ke wisata yang berada di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo itu karena harga yang mahal.

Hal itu dirasakan pula oleh warga sekitar. Mereka menyebutkan, mahalnya tarif masuk dan fasilitas yang tidak terawat menjadi alasan utama wisata itu sepi peminat.

“Kalo saya dan keluarga lebih memilih ke kota. Harga dan fasilitasnya lebih masuk akal,” jelas Heni, 35, warga Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo.

Tarif masuk yang ditetapkan oleh pengelola wisata dirasa tidak masuk akal. Seperti diketahui, tiket masuk Rp 10 ribu.

Jika hendak memanfaatkan fasilitas kolam renangnya juga dikenakan karcil lagi.

Tarif tersebut dirasa tidak sesuai dengan fasilitas yang ada. Hal lain yang mengusik pengunjung adalah harga makanan yang disajikan juga mahal.

 Baca Juga: Jumlah Kunjungan Sepi, Omzet Pedagang di Bendung Gerak Waru Turi Kediri Merosot Tajam

Bahkan harga kopi yang biasanya cukup Rp 3 ribu di sana bisa mencapai Rp 5 ribu. Termasuk juga harga makanan ringan seperti pentol juga bisa Rp 10 ribu.

Bagi para pengunjung, harga tiket ataupun makanan di sana tidak masuk akal. Jadi wargapun menganggap wajar bila kunjungan ke lokasi wisata semakin menurun.

Mila, warga yang sudah bertempat tinggal disekitar kawasan wisata selama puluhan tahun juga turut merasakan dampaknya.

Dulu setiap hari bisa mendapat pelanggan dari kunjungan wisatawan yang ramai.

“Saat ini berjualan untuk anak SMP saja. Kalau waktunya pulang, saya tutup,” tuturnya.

 Baca Juga: H Deny Widyanarko Hadapi Tekanan Ekonomi dengan Ajak Pengusaha di Kediri Berinovasi dan Buka Pasar Baru

Sepinya kunjungan itu juga menjadi sorotan warganet di instagram Radar Kediri. Banyak yang mengeluh tiket dan harga makanan yang mahal.

Bahkan ada yang mengusulkan jika tiket masuknya disamakan dengan parkir. Yakni Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan roda empat Rp 5 ribu.

Sementara itu, pengelola Bendungan Gerak Waruturi Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo melalui akun instagram @pariwisatawaruturi baru memberi respons.

Dari akun tersebut menjelaskan, penyebab sepinya kunjungan di Wisata Waru Turi disebabkan karena faktor cuaca. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #jumlah kunjungan wisata #pengunjung #tidak terawat #harga mahal #jawapos #menurun #Bendung Gerak Waru Turi