Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awas Ancaman Pengangguran karena PHK, Begini Upaya Pemkot Kediri Menghadapinya

Emilia Susanti • Jumat, 24 Januari 2025 | 14:40 WIB

Ilustrasi pengangguran karena kena PHK
Ilustrasi pengangguran karena kena PHK

KEDIRI, JP Radar Kediri- Angka pengangguran di Kota Kediri terbilang masih tinggi. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Tercatat, angka pengangguran di Kota Kediri pada 2023 lalu mencapai 159.567 jiwa atau sekitar 4,06 persen. Menanggapi problem tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri Bambang Priyambodo mengaku telah berupaya untuk menekannya. 

Meski angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang dicatatkan lebih rendah dari TPT Jawa Timur atau nasional, Pemkot Kediri berupaya untuk menurunkan angkanya. 

Menurut Bambang, Dinkop UMTK akan terus mengoptimalkan program-program yang sudah dijalankan. Seperti pembinaan UMKM ataupun pelatihan kerja. Dan yang tak kalah penting adalah menggelar job fair. Minimal dilakukan sekali dalam setahun.

Baca Juga: Disdag dan Satpol PP Kabupaten Kediri Angkut Barang Pedagang yang Membandel di Pasar Wates 

“Kami mengundang perusahaan-perusahaan berskala nasional,” jelasnya.

Bambang mengaku, tidak mudah bagi pemerintah kota ataupun kabupaten untuk menurunkan TPT sebesar satu persen. “Yang paling penting kami mengoptimalkan program-program yang berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara, pengamat ekonomi Subagyo mengatakan bahwa sulitnya angka pengangguran juga dipengaruhi faktor pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, lesunya ekonomi membuat perusahaan semakin terpuruk. 

Terjadinya penurunan permintaan secara terus-menerus membuat sebagian besar perusahaan melakukan efisiensi. “Di Kota Kediri, Transmart tutup,” jelasnya memberi contoh.

Baca Juga: Pedagang di Kediri Naikkan Harga Imbas Perubahan HET Elpiji

Selanjutnya, Subagyo berpendapat bahwa pemerintah harus bekerja keras jika ingin pengangguran di wilayahnya menurun. Salah satunya dalam hal mengubah mindset masyarakat.

“Harus bisa mendorong masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja, bukan lagi mencari kerja,” ujar pria yang juga dosen di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri ini.

Di sisi lain, Subagyo juga menyarankan agar lebih banyak pelatihan kerja yang diberikan. Dengan banyaknya masyarakat yang memiliki keterampilan maka tidak akan bergantung lagi pada sektor formal.

Pasalnya, di era digital saat ini ada beberapa pekerjaan di sektor formal yang dimungkinkan tidak dibutuhkan lagi di masa depan.

Kemudian, dia menerangkan pemerintah juga bisa berkolaborasi dengan pihak-pihak yang bergerak di bidang pendidikan. Sehingga tercipta sumber daya manusia (SDM) yang memang sesuai dengan kebutuhan kerja. “Lalu kemudahan investasi,” tandasnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : rekian
#jawa timur #pemkot kediri #phk #pengangguran #kota kediri