Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Elpiji Melon di Kediri Tembus Rp 20 Ribu, Imbas Kenaikan HET Jawa Timur  

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 15 Januari 2025 | 04:44 WIB
NAIK: Seorang karyawan pangkalan elpiji di Ngasem menata tabung gas melon.
NAIK: Seorang karyawan pangkalan elpiji di Ngasem menata tabung gas melon.

KEDIRI, JP Radar Kediri- PPN 12 persen memang batal diterapkan. Tapi faktanya, harga bahan sembako terus mengalami lonjakan. Selain minyak goreng dan cabai, kini yang ikut naik adalah gas elpiji melon. 

Elpiji subsidi 3 kilogram yang dipakai oleh sebagian besar masyarakat itu kini tembus Rp 20 ribu di pengecer. Hal itu dialami Yuliana, 40, warga Desa Doko, Ngasem. Di kampungnya, harga elpiji melon itu mulai berubah sejak kemarin dengan harga Rp 20 ribu per tabung di pengecer. 

“Tidak masalah naik, yang penting barangnya ada,” ujar ibu rumah tangga itu. Dia berharap stok barangnya tetap lancar. Melambungnya harga elpiji 3 kilogram itu berkaitan dengan naiknya harga eceran tertinggi (HET) di Jawa Timur. 

Naiknya hanya Rp 2 ribu sehingga menjadi Rp 18 ribu. Kenaikan elpiji melon di pangkalan itu akan memengaruhi harga di pengecer. Informasi yang dihimpun, kenaikan itu berdasarkan surat Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor: 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024, harga elpiji tiga kg yang sedianya Rp 16 ribu naik menjadi Rp 18 ribu.

Perubahan itu disebabkan fluktuasi harga bahan bakar minyak yang memengaruhi biaya operasional distribusi elpiji melon. “Harga dari pangkalan segini (Rp 18 ribu, Red) di pengecer bisa naik lagi,” jelas Joko, pemilik pangkalan elpiji melon di Jalan Jaya Katwang, Kweden, Karangrejo, Ngasem.

Walaupun ada kenaikan, dia mengaku, tidak ada panik buying dari masyarakat. Sehingga, stok elpiji melon di rumahnya juga masih cukup. Dari total 160 tabung yang dikirim pada Senin (13/1), hingga kemarin masih ada sekitar 100 tabung.

“Kalau musim seperti ini memang masih aman stoknya, walaupun harganya naik. Yang rawan ketika musim kemarau, stoknya tetap tapi permintaan meningkat jadi cepat habis,” terangnya.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih membenarkan adanya kenaikan HET elpiji tiga kg. “Iya sesuai ketetapan yang baru (sesuai SK Gubernur Jatim, Red),” terang Tutik. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

Editor : rekian
#subsidi #naik #elpiji #ppn 12 persen #gubernur jawa timur