Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelang Nataru, Harga Daging Ayam di Kediri Mulai Terkerek Naik

Ayu Ismawati • Jumat, 20 Desember 2024 | 16:43 WIB
TELITI:Tim DKPP Kota Kediri memeriksa lapak daging ayam di Pasar Setonobetek. Jelang Natal dan tahun baru, harga daging ayam mulai terkerek naik.
TELITI:Tim DKPP Kota Kediri memeriksa lapak daging ayam di Pasar Setonobetek. Jelang Natal dan tahun baru, harga daging ayam mulai terkerek naik.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Permintaan berbagai jenis daging jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) yang meningkat, membuat harga komoditas tersebut terkerek naik. Memastikan kualitas daging tetap baik, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional kemarin.

Hasilnya, meski secara kualitas dinilai baik, namun masih ditemukan daging yang pemotongannya tak sesuai syariat.

Pantauan koran ini, sidak dilakukan di beberapa pasar. Mulai Pasar Setonobetek, Pasar Ngaglik di Lingkungan Ngadisimo, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri; serta Pasar Mrican, dan Pasar Bandar.

Di setiap lokasi yang didatangi, tim DKPP mengecek stok telur, daging ayam, daging sapi, dan beberapa produk hewani lainnya yang jelang Nataru permintaannya melonjak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, pantauan di beberapa kios penjual daging ayam, kambing, dan sapi, produknya relatif bagus.

Hanya saja, ada sedikit kenaikan harga pada produk ayam potong.

“Kalau untuk stok selama Nataru, dilihat dari kondisi hari ini (19/12) Insya Allah aman. Permintaan hari ini (kemarin, Red) juga relatif masih landai seperti hari-hari biasanya,” ungkap Ridwan ditemui di Pasar Setonobetek kemarin.

Selain untuk memastikan keamanan produk-produk hewan dan fluktuasi harganya, sidak menurut Ridwan juga untuk memastikan kelayakan daging dari aspek ASUH. Yakni, aman, sehat, utuh, dan halal.

“Untuk yang daging sapi semua dari RPH (rumah pemotongan hewan, Red) kita. Dijamin kondisinya bagus dan halal. Untuk beberapa pedagang daging ayam yang kita pantau juga sudah bersertifikat halal,” tandasnya.

Sri Wulandari, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Setonobetek mengatakan, harga jual sekarang sudah mencapai Rp 36 ribu per kilogram (kg).

Sebelumnya, daging ayam dibanderol Rp 32 ribu per kilogram atau mulai naik Rp 4 ribu per kg.

“Harganya pasti naik. Tapi rasanya memahami semua. Karena yang naik nggak ini saja. Sayur juga ikut naik,” paparnya sembari menyebut kenaikan harga diperkirakan mencapai puncaknya saat mendekati pergantian tahun nanti.

Baca Juga: Toko di Jalan Dhoho Kota Kediri Banyak yang Gulung Tikar, Ini Penyebabnya

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri Retno Harini menambahkan, daging yang dijual harus bebas dari penyakit zoonosis atau yang bisa menular dari hewan ke manusia. Di antaranya rabies dan infeksi cacing.

“Yang biasanya ditemui di cacing pita. Tapi hari ini tadi nggak ada (temuan, Red),” sambung drh Pujiono, yang kemarin mendampingi tim dari DKPP Kota Kediri.

Selain kelayakan daging dari aspek kesehatan, tim juga mengamati kesesuaian cara penyembelihan daging dengan syariat Islam.

Retno menemukan daging ayam yang ditengarai belum disembelih sesuai syariat Islam.

“Ada dua saluran, pencernaan dan pernapasan (yang berada di leher unggas, Red) harus terpotong semua,” tandas Retno sembari mengamati kondisi beberapa leher unggas.

Saat diperiksa, ternyata belum semua pembuluh nadi di leher ayam yang terputus.

“Pemotongan uratnya memang sudah terpotong. Tapi masih nyangkut (belum semua pembuluh nadi terputus, Red). Ya memang sudah menyebabkan kematian, tapi kami nyatakan itu tidak sah,” sambung Pujiono lagi.

Diakui pria yang tinggal di Kecamatan Mojoroto itu, dalam dua hari sidak hingga kemarin, sedikitnya tim menemui kasus tersebut di dua pasar tradisional.

“Halal ini yang kita amati. Karena sertifikatnya sudah ada, pelatihannya sudah ada, tapi di fakta lapangannya itu yang kita lihat lehernya (untuk memastikan teknik penyembelihan sudah benar, Red),” tandasnya. 

 

 

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #jelang nataru #daging ayam #jawapos #terkerek naik #harga