Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Toko di Jalan Dhoho Kota Kediri Banyak yang Gulung Tikar, Ini Penyebabnya

Ayu Ismawati • Kamis, 19 Desember 2024 | 16:14 WIB
DIKONTRAKKAN: Salah satu ruko di kompleks pertokoan Jalan Dhoho, Kota Kediri yang tidak bisa lagi beroperasi. Tercatat ada puluhan ruko yang mengalami hal serupa.
DIKONTRAKKAN: Salah satu ruko di kompleks pertokoan Jalan Dhoho, Kota Kediri yang tidak bisa lagi beroperasi. Tercatat ada puluhan ruko yang mengalami hal serupa.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jangan kaget bila melintas di Jalan Dhoho, dan melihat banyak sekali toko yang tertutup rapat pintunya. Toko-toko itu memang tak lagi beroperasi. Akibat pendapatan tak lagi bisa menutupi biaya operasional.

Penyebabnya, tentu saja kondisi perekonomian yang lesu. Tren melemahnya daya beli masyarakat adalah pemicu utama.

Jawa Pos Radar Kediri mencoba menghitung jumlah kios yang tutup tersebut. Jumlahnya tak sedikit.

Mencapai 56 unit yang jarang berjualan hingga tutup permanen. Sementara, jumlah total toko di jalan yang jadi denyut utama perekonomian Kota Kediri itu mencapai 172 unit.

Darmoro, salah satu pelaku usaha di Jl Dhoho mengatakan, baru-baru ini kurang lebih ada 24 toko yang tutup.

Berdasarkan perhitungannya, dari total 200-an toko, kini tersisa sekitar 150 saja yang masih eksis.

“Rata-rata yang tutup itu yang sewa,” ujar pengusaha yang sudah membuka toko di Jl Dhoho sejak 34 tahun lalu ini.

Menurutnya, ada beberapa faktor pendorong lesunya perekonomian di jalan paling ikonik di Kota Tahu ini.

Salah satunya adalah menurunnya daya beli masyarakat terhadap barang-barang konsumtif.

“Kalau pemilik sendiri seperti saya, walau sepi pun asal masih bisa gaji karyawan, tetap buka,” sambungnya.

Sedangkan, menurutnya, saat ini pelaku usaha di Jl Dhoho lebih banyak dari penyewa. Sehingga, lebih rentan dengan perubahan kondisi pasar.

Selain karena menurunnya daya beli, pelaku usaha di tempat ini juga harus dihadapkan dengan tren belanja online.

Tak tanggung-tanggung, menurutnya, tren belanja online itu ikut menggerus hampir 70 persen dari pasar offline.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Reservasi Hotel di Kota Kediri Masih Lesu 

“Dari itu paling hanya 20 persen yang belanja beneran. Yang 50 persen hanya coba-coba,” terangnya terkait fenomena belanja online yang kerap mengunggulkan harga yang terlampau murah.

Selain itu, gesekan dengan pedagang kaki lima (PKL) juga berdampak pada semakin sepinya toko-toko di Jl Dhoho. Yakni, semakin banyak PKL yang berjualan di luar waktu yang disepakati.

“Harusnya paling sore (mulai membuka lapak, Red) pukul 20.30. Sekarang pukul 19.00 saja sudah banyak yang mulai nata-nata meja,” keluhnya.

Karena banyaknya PKL yang sudah membuka lapak saat toko belum tutup itu menyebabkan area parkir dan ruang gerak pengunjung toko berkurang. Sehingga, secara psikologis, hal itu ikut memengaruhi pelanggan ingin mampir ke toko.

“Karena sering berulang, akhirnya ‘Halah gah aku nek kono, paling gaenek parkir’ (enggan saya ke toko itu karena tak ada tempat parkir, Red). Terus orang kalau sudah males, yang beli siapa?” dalihnya.

Akibatnya, beberapa pelaku usaha pun mulai memangkas jam operasional. Pemilik toko Sarinah itu menuturkan, sebelumnya tokonya baru tutup pukul 21.00.

“Sekarang jam setengah sembilan (pukul 20.30, Red) gitu sudah mulai tutup,” tandas Darmoro.

Terlepas dari dinamika perekonomian di Jalan Dhoho, kawasan perekonomian itu masih dianggap menggiurkan bagi pelaku usaha.

Salah satunya Binar Arum, pengusaha suvenir, yang kemarin mencari toko yang akan dia sewa.

“Sekarang tokonya hanya di Grogol. Tapi kalau dari Grogol kan customer banyak yang kejauhan. Jadi coba buka di sini (Jalan Dhoho, Red),” ujar perempuan asal Kecamatan Grogol itu.

Alasannya, Jalan Dhoho menurutnya merupakan pusat perekonomian serta mudah dijangkau orang dari berbagai daerah.

Namun dia mengakui, membuka usaha di sana tidak cukup dengan modal bisa menyewa toko.

“Sebelumnya harus punya branding dulu. Karena pasti lebih mahal sewa di sini. Jadi kalau modalnya sudah keluar banyak tapi belum punya branding, kan eman,” tandas pengusaha yang sudah memiliki banyak customer di luar kota dan luar negeri itu. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #jalan dhoho #gulung tikar #Beroperasi #penyebab #jawapos #toko