KEDIRI, JP Radar Kediri– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatatkan indeks harga konsumen (IHK) November sebesar 0,17 poin secara month to month (mtm). Inflasi yang terjadi itu naik tipis dari bulan sebelumnya yang mencatat 0,16 poin. Inflasi tersebut masih disumbang besar oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Desember ini, potensi inflasi diprediksi terkerek karena ada momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Biasanya, akan terjadi peningkatan permintaan bahan pangan. Seperti minyak goreng, gula, telur, cabai, dan sebagainya.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, ketersediaan stok jelang nataru terbilang masih aman. “Pelaku usaha biasanya sudah menyetok dan akan dikeluarkan di momen seperti ini,” jelasnya saat dikonfirmasi kemarin.
Namun demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan harga setiap harinya untuk memastikan kondisi pasar tetap stabil.
Terpisah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo menjelaskan, libur nataru akan memberikan efek tersendiri bagi perekonomian di Kota Kediri. Seperti meningkatnya okupansi hotel dan kunjungan wisata. Selain itu, omzet penjualan dari bisnis kuliner juga akan naik.
“Perputaran uang di Kota Kediri diperkirakan akan meningkat saat libur Nataru bulan ini,” jelasnya.
Dia mengatakan, aktivitas pada saat libur akhir tahun itu akan memicu terjadinya inflasi pada Desember ini. Hal itu disebabkan karena meningkatnya harga pangan dan naiknya permintaan. Meski begitu inflasinya nanti tergolong ringan dan hanya bersifat sementara saja.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah