KEDIRI, JP Radar Kediri- Pedagang di Terminal Tamanan, Kota Kediri harus gigit jari. Seminggu terakhir, jumlah pembeli yang datang ke lapak mereka semakin sepi. Hal itu disebabkan karena beberapa kendaraan bus tidak lagi ke terminal.
Berkurangnya bus ke terminal itu imbas dari penutupan dan pembatasan kendaraan yang melewati Jembatan Semampir. “Kalau yang ke Surabaya masih mampir. Tetapi yang arah Tulungagung tidak ke sini (Terminal Tamanan, red),” keluh Rita Purwati, pedagang makanan dan minuman di Terminal Tamanan.
Perempuan 53 tahun itu mengatakan, penjualan di lapaknya menurun hingga 50 persen. Jika omzet sebelumnya bisa Rp 300 ribu dalam sehari. Sekarang rata-rata hanya bisa Rp 150 ribu per hari. Bahkan dia pernah terendah hanya Rp 50 ribu dalam sehari.
“Kemarin Jembatan Bandarngalim tutup. Sekarang sudah dibuka, ganti Jembatan Semampir yang ditutup,” keluhnya.
Baca Juga: Pemkot Kediri Tertibkan PKL di Jalan Brawijaya Kelurahan Pakelan
Akibat sepinya pembeli itu membuat pedagang memilih menutup sementara lapaknya. Jika tidak tutup, rata-rata sudah mengurangi jam operasional di lapaknya. Alasannya, karena sepinya orang yang ke terminal.
“Sekarang langsung ke Alun-Alun. Orang-orang nunggunya di sana,” ungkap Rita.
Terpisah, Kepala Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri Dukut Siswantoyo menegaskan, seluruh bus harus tetap masuk ke terminal. Hal itu sudah sesuai dengan Undang-undang (UU) Lalu Lintas Nomor 22/2009 Pasal 36.
“Bus bertrayek wajib singgah ke terminal,” tegas pria yang akrab disapa Dukut ini.
Hanya saja, dia tidak bisa menampik bahwa ada bus yang tidak mampir ke terminal. Khususnya bus dari arah Surabaya yang menuju Tulungagung atau Trenggalek. Menurutnya, ada situasi-situasi tertentu yang membuat sopir memilih tidak ke terminal dahulu. Salah satunya karena kondisi sopir yang dimungkinkan capai atau karena pertimbangan biaya bensin.
“Kami tidak bisa melakukan penindakan penilangan karena bukan kewenangan kami,” jelasnya sembari menyebut tindakan tilang harus dilakukan oleh pihak kepolisian.
Oleh sebab itu, secara data terlihat ada penurunan. Pasalnya, pendataan kedatangan dan keberangkatan dilakukan di terminal. “Ini juga berpengaruh ke pendataan kami,” tandasnya.
Seperti diketahui, Jembatan Semampir tidak bisa lagi dilewati oleh kendaraan besar sejak 21 Oktober 2024. Jembatan tersebut sejatinya telah dibuka kembali, hanya saja untuk kendaraan yang memiliki tinggi tidak lebih dari 2,1 meter. Oleh karenanya, saat ini bus tidak bisa berjalan sesuai dengan trayeknya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah