Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kata Pengamat Ekonomi soal Dampak Deflasi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 17 Oktober 2024 | 17:39 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Imbas deflasi perlu diwaspadai oleh seluruh pihak. Menurunnya daya beli masyarakat diamini oleh Pengamat Ekonomi Dr Subagyo.

Menurutnya, adanya deflasi salah satunya karena jumlah masyarakat berpenghasilan menengah turun.

Padahal, keberadaan kelas menengah menurutnya memiliki peran penting sebagai penggerak konsumsi.

Mengingat daya beli kelompok ini relatif tinggi. Dengan demikian pembeli di pasar tradisional pun berkurang.

“Kalau masyarakat mengurangi atau membatasi pengeluaran untuk beli ke pasar tradisional.

Otomatis dampaknya omzet pedagang juga menurun,” jelas Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri tersebut.

Dia mengatakan, dampak dari deflasi berpengaruh pada daya beli semua komoditas. Tidak hanya keperluan sekunder. Bisa juga merambat ke kebutuhan pokok.

“Walaupun tidak terlalu banyak. Seperti beras, dampaknya yang biasanya beli beras yang bagus, jadi beralih ke beras yang di bawahnya. Yang harganya lebih murah,” terangnya.

Menurutnya, dengan adanya deflasi yang berimbas pada pasar tradisional. Hal tersebut juga bisa memberikan efek domino.

Ketika pedagang di pasar pendapatannya turun, otomatis bisa mempengaruhi retribusi harian. Ketika retribusi turun, pajak yang dibayarkan juga bisa turun.

Menurutnya, penurunan omzet pedagang pasar tradisional juga bisa berimbas pada supplier.

“Ketika omzet turun, otomatis kulakannya jadi sedikit, pengaruh ke suplier juga menurun omzet,” jelasnya.

Baca Juga: Momen Pilkada Bikin Lembaga Keuangan di Kota Kediri Lebih Berhati-hati

Dengan adanya pengaruh tersebut tentunya suplier akan goyah. Upah bagi para karyawannya bisa tersendat.

Bahkan bisa terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). “Pengaruhnya jadi bisa meluas. Ekonomi daerah bisa terdampak semua,” terangnya.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? Subagyo mengatakan, pedagang bisa melakukan beberapa inovasi.

Mulai dari sistem dagang yang beralih ke media online. Pemberian layanan tambahan atau memberikan penjualan dengan model paket tertentu.

“Dengan menurunnya pembeli, otomatis kompetisi akan semakin ketat. Maka dari itu perlu adanya inovasi. Peranan pemerintah juga diperlukan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih juga berpendapat demikian.

Menurutnya, untuk meminimalisir terjadinya penurunan pembeli, pedagang perlu melakukan berbagai inovasi.

“Mengupayakan pembeli agar tertarik itu perlu. Salah satunya misal, ketika dagang sayur, barang yang jelek jangan ditampilkan, bisa dibuang atau diolah yang lain,” jelas Tutik.

Dia pun mengakui bahwa deflasi juga berimbas pada penurunan pembeli di pasar tradisional. Dengan penurunan pembeli otomatis mengurangi omzet pedagang.

Menurutnya, salah sstu penyebab penurunan pembeli di pasar tradisional juga karena maraknya pedagang yang nekat berjualan di luar pasar.

Mengenai hal tersebut, dia mengaku sudah melakukan evaluasi. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penertiban.

Namun langkah pertama yang dilakukan dengan sosialisasi terlebih dahulu. Dia mengaku juga sudah punya solusi bagi pedagang yang di luar.

“Tentu yang pertama akan kami sosialisasi dulu. Nantinya juga bisa dilakukan. Untuk pedagang di luar yang dini hari itu bisa pindah di dalam untuk dini hari,” ucapnya.

Kondisi pelik yang dirasakan pedagang pasar konvensional harus menjadi perhatian bersama. Direktur Utama Perumda Pasar Jayabaya Djauhari Lutfi mengaku terus berupaya untuk menjaga eksistensi pedagang sektor konveksi.

Salah satunya dengan mendorong pedagang menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Yakni, dengan mulai mengikuti perkembangan era digitalisasi.

“Kalau memang nggak bisa online, mungkin bisa dengan mengubah komoditas. Yang mungkin selama ini mereka konveksi, ayo kita ajari komoditas lainnya yang bisa dipasarkan mereka,” ajaknya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #deflasi #ekonomi #dampak #jawapos