KEDIRI, JP Radar Kediri- Pelaku usaha ikan konsumsi di Dusun Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Badas sedang tidak baik-baik saja. Perputaran ekonomi di sentra perikanan itu di sedang lesu. Hal itu disebabkan karena permintaan menurun.
Merosotnya penjualan ikan konsumsi itu mengancam pembudidaya ikan. Seperti Bahrul Ulum, pembudidaya ikan nila dan tombro itu terancam rugi belasan juta rupiah. Itu karena dua kolam ikan miliknya tak kunjung laku.
Agar kerugiannya tidak terlalu besar, dia harus memutar otak untuk menekan pengeluaran. Salah satunya adalah dengan menurunkan jenis pakan ikan. Sekarang, pakai yang harganya lebih murah.
“Sementara ini diganti pakai lebih lebih murah,” ujar Bahrul. Menurunnya minat pembeli ini sudah terjadi berminggu-minggu. Dia berharap ada bantuan dari pemerintah, minimal bisa membantu subsidi pakan agar tidak kerugian tidak terlalu anjlok.
Baca Juga: Apa Yang Menjadi Kunci Merawat Motor Listrik? Simak Beberapa Tipsnya
Budidaya ikan konsumsi ini membutuhkan biaya produksi cukup besar. Jika penjualan ikannya macet maka dampaknya ikan akan menumpuk. Otomatis ikan tetap membutuhkan biaya pakan.
Pengeluaran itulah yang cukup menguras kantong. Dan jika tidak segera terjual, pasti akan merugi.
Hal itu juga dirasakan Muhammad Nasrul, 50, pengusaha ikan di Dusun Surowono, Desa Canggu, Badas. Dia mengatakan, kerugian yang dialami tergantung jumlah ikan dan luas tambak yang dimiliki.
Saat ini, Nasrul masih punya tiga ton ikan nila dan tombro yang tak kunjung laku. “Jadi, saya merugi sekitar Rp 20 juta. Itu biaya produksi saja untuk beli pakan tok,” imbuh Nasrul.
Baca Juga: Implementasi Sekolah Peduli Inflasi Kota Kediri Lampaui Ekspektasi Juri dari Uniska
Dia tidak mengetahui penyebab menurunnya permintaan ikan di tempatnya. Selama ini, ikan milik Nasrul sudah dijual hingga luar kota. Mulai dari Sragen, Trenggalek, dan Tulungagung. “Mereka sudah berlangganan,” ucapnya. Tapi lambat-laun permintaan ikan dari para pelanggan itu semakin merosot tajam. Fenomena itu dialami merata di sentra ikan Dusun Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Badas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah