Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Suplai Cabai Menurun, Harganya di Kota Kediri Naik 40 Persen

Ayu Ismawati • Senin, 29 Juli 2024 | 17:01 WIB
MERANGKAK NAIK: Pemkot Kediri beri status waspada untuk tiga komoditas pangan.
MERANGKAK NAIK: Pemkot Kediri beri status waspada untuk tiga komoditas pangan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemkot Kediri telah memberi peringatan terhadap naiknya komoditas pangan di Kota Tahu. Ada tiga komoditas pangan yang perlu diwaspadai. Yaitu, minyak goreng, cabai, dan bawang putih bonggol.

Dari data ketahanan pangan yang dirilis Pemkot Kediri menunjukkan ketiga komoditas itu sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Seperti minyak goreng, dibagi menjadi dua yakni minyak goreng curah dan kemasan sederhana. Masing-masing HET-nya adalah Rp 14 ribu per liter. Kemarin, di harganya sudah tembus Rp 16 ribu perliter. Rasio harganya terhadap HET mencapai 14,3 persen.

Kemudian, bawang putih bonggol. Untuk HET-nya sebesar Rp 32 ribu per kilogram. Saat ini, harganya hampir menembus Rp 38 ribu per kilogram. Jika dipersentasekan rasio terhadap HET mencapai 18,2 persen. Adapun satu komoditas lagi adalah cabai, khususnya cabai rawit merah. Meski ada tren menurun harga Rp 72 ribu per kilogram dianggap terlalu tinggi. Sebab HET cabai rawit merah adalah Rp 57 ribu per kilogram.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menyebutkan, kenaikan harga cabai saat ini dipicu karena sektor pertanian sedang seret. Kebutuhan cabai di pasar tradisional Kota Kediri banyak ditopang dari Kabupaten Kediri. Khususnya dari lereng Gunung Kelud. Turunnya produksi cabai di sana disinyalir jadi penyebab harganya melonjak. 

Kepala DKPP Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, Kota Kediri banyak mendatangkan cabai dari wilayah lereng Gunung Kelud. Di sana, petani banyak yang bertani di kawasan perkebunan di area hutan. “Saat musim kemarau biasanya posisi tanaman sudah memasuki akhir masa panen. Jadi tanamannya sekarang sudah menua. Artinya, produksi juga sudah menurun,” bebernya. 

Karena kondisi minim air di musim kemarau, tanaman cabai banyak yang mati. Sedangkan di sana merupakan sentra penghasil cabai sekaligus penyuplai di kota-kota tetangga. Termasuk Kota Kediri.

Supply cabai memang tidak sebanyak kalau normalnya. Sehingga dengan supply yang terbatas, harga mudah dipermainkan oleh pasar. Dan di pasar itu juga harganya bisa beda-beda,” tandasnya sembari menyebut kenaikan harga cabai di Kota Kediri saat ini berkisar 40 persen dari kondisi normal. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #cabai #het #cabai mahal #inflasi