Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengamat Minta Waspadai Ancaman Inflasi dan Panic Buying Cabai Rawit

Emilia Susanti • Kamis, 25 Juli 2024 | 16:09 WIB
Pedagang di Pasar Grosir Ngronggo menjual cabai rawit. Kenaikan harga bisa menjadi ancaman inflasi dan panic buying.
Pedagang di Pasar Grosir Ngronggo menjual cabai rawit. Kenaikan harga bisa menjadi ancaman inflasi dan panic buying.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Meroketnya harga cabai di Kediri Raya disebabkan karena menurunnya stok. Dalam sehari, harga cabai naik sampai Rp 10 ribu per kilogram. Hingga kemarin, cabai rawit merah tembus Rp 82 ribu per kilogram. 

Tingginya harga cabai menurut Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia Kediri, Suyono, disebabkan karena ada petani yang gagal panen. Saat ini, petani yang mengalami masa panen berada di dataran tinggi. Karena di daerah tersebut masih bergantung pada hujan. Sehingga pada musim kemarau seperti ini banyak tanaman yang kekeringan dan mati.

“Adapun dataran rendah yang panen masih ada di spot-spot tertentu tidak luas. Ini yang menyebabkan panen menurun drastis dan memicu kenaikan harga,” lanjutnya.

Suyono menjelaskan, di daerah luar Jawa Timur yang memasuki masa panen berada di Sulawesi Selatan. Hanya saja, luas tanaman cabai di sana tidak seluas di Jawa Timur. “Tidak mampu menyuplai kebutuhan nasional,” terang Suyono.

Meski stok cabai menurun, seharusnya masih bisa mencukupi kebutuhan di Jawa Timur. Suyono menjelaskan, produksi cabai masih mencapai 121 ton setiap harinya. Sementara, kebutuhan di Jawa Timur sebesar 110 ton.

“Sebenarnya masih surplus. Tetapi 40 persen (dari produksi, red) untuk memasok kebutuhan nasional. Khususnya di Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi), lalu untuk luar Jawa sekitar tujuh persen. Akhirnya, di Jawa Timur sebagai sentra produksi terjadi minus,” paparnya.

Kenaikan komoditas pangan ini berpotensi besar menyumbang inflasi bulan ini. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Subagyo, menegaskan kenaikan cabai bisa memberi dampak pada inflasi. Sebab bisa berdampak pada makanan olahan di pasaran.

“Makanan olahan sebagian besar menggunakan cabai termasuk juga minyak goreng yang kini juga naik,” jelasnya. 

Subagyo mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah cepat. Setidaknya bisa melakukan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah operasi pasar. Lebih dari itu, pemerintah sebaiknya juga memberikan pemahaman agar masyarakat tidak perlu panic buying.

“Harus ada pengawasan harga, jangan sampai ada yang menimbun. Lalu antar pemerintah daerah harus selalu bekerja sama, terutama dengan penghasil cabai,” ucapnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #cabai rawit #panic buying #mahal #inflasi