KEDIRI, JP Radar Kediri– Harga cabai merangkak naik. Kenaikan itu terjadi sekitar seminggu ini. Seperti di pasar tradisional Ngronggo Kota Kediri, kenaikannya dari Rp 3 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogramnya.
Seperti kemarin, harga cabai rawit sudah tembus Rp 43 ribu per kilogram. Kenaikannya Rp 3 ribu dari harga sebelumnya yakni Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, kenaikan yang cukup drastis terjadi pada cabai keriting. Kenaikannya mencapai Rp 7 ribu per kilogram. Dari Rp 18 ribu per kilogram kini menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah besar ikut naik menjadi Rp 28 ribu dari harga sebelumnya Rp 25 ribu per kilo.
Anwar, 24, salah satu pedagang di Pasar Ngronggo mengungkapkan, jumlah pembeli mengalami penurunan sejak sepekan terakhir. “Sepi pembeli karena harganya tidak terjangkau,” bebernya. Dalam sehari, dia bisa menjual sebanyak 2-3 kuintal cabai.
Meski banyak pembeli yang menawar, pedagang tidak bisa memenuhi permintaan mereka karena harga modal yang dikeluarkan tidak sebanding. “Pembelinya ikut mengeluh karena harganya naik,” jelasnya.
Meskipun harga sedang naik, Anwar mengungkapkan, hasil panen dari petani saat ini erbilang bagus. Barang-barangnya disuplai dari petani area Kediri dan Malang.
Kenaikan harga bahan pangan dikeluhkan oleh pedagang makanan. Seperti Sumi, pemilik warung makan di Lirboyo mengeluh karena mahalnya harga cabai membuatnya harus pandai putar otak. “Kan kalau harga makannya dinaikkan, pelanggan jadi sepi,” keluhnya.
Karena harga cabai mulai naik, dia terpaksa mengurangi pemakaian bahan baku cabai untuk memasak. Selain itu, dia juga mengurangi jumlah belanjaannya. Jika sebelumnya bisa membeli cabai dua setengah kilogram kini hanya membeli dua kilogram atau satu setengah kilogram.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah