KEDIRI, JP Radar Kediri - Pasar hewan dadakan menjamur di Kota Kediri. Penjual hewan kurban seperti kambing dan domba itu bersama-sama membuka lapak di beberapa titik di tepi jalan.
Salah satu tempat favorit berjualan hewan kurban ada di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Di sana, lapak hewan kurbannya disiapkan di sekitar kawasan pertokoan. Keberadaan lapak penjualan hewan kurban itu sudah seperti pasar hewan dadakan di tengah kota.
“Kami buka (lapak penjualan hewan kurban, Red) sejak tiga hari lalu,” ucap Abu, 36, warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.
Karena lokasinya yang berada di tengah kawasan pertokoan, lapak penjualan kambing itu terus dibuka selama 24 jam. Penjualannya tetap dilakukan hingga puncak Idul Adha pada 17 Juni mendatang.
“Semakin dekat dengan Idul Adha maka harganya akan cenderung naik. Harganya pasti anjlok setelah Idul Adha,” paparnya.
Untuk menjaga agar kondisi hewan kurban layak jual, kondisi ternaknya tidak boleh stress. Apalagi sampai sakit. Jika itu terjadi maka bisa mengurangi kelayakannya menjadi hewan kurban.
Karena itu, Abu berupaya menjaga ternaknya agar tidak berpindah-pindah sehingga kesehatannya tetap terjaga dan layak menjadi hewan kurban.
Abu dan pedagang lainnya membuka lapak jauh sebelum Idul Adha karena itu merupakan strategi promosi. Semakin cepat mereka membuka lapak maka peluang untuk mendapatkan pembeli semakin besar. s
Seperti Niam, 36, penjual asal Kota Kediri mengatakan, peluang mendapatkan keuntungan lebih tinggi jika membuka lapak lebih awal. “Lagi pula tahun ini saya hanya buka di satu lokasi. Tahun lalu bisa buka di dua lokasi. Karena cuma di sini saja, akhirnya ya sekarang sudah mulai,” katanya.
Kambing untuk kebutuhan kurban yang dihadirkan pun beragam jenis dan bobot. Mulai dari kambing ras Jawa hingga kambing Boer. Pun dengan rentang harga yang juga berbeda-beda dari setiap kambing di sana. Mulai dari Rp 1,8 juta – 8 juta per ekor.
“Kalau kambing Jawa dagingnya kurang lebih hanya 30-40 persen. Kambing Boer lebih banyak. Bisa sampai 50 persen dagingnya,” tandasnya.
Untuk memenuhi stok kebutuhan ibadah Idul Adha itu, beberapa kambing diimpor langsung dari Australia. Di antaranya kambing jenis Boer yang didatangkan langsung dari luar negeri. “Semua pejantannya impor,” sambungnya.
Terkait penjualan ternak di luar area pasar hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri mengimbau agar peternak lebih memperhatikan kondisi ternak. Kepala DKPP Kota Kediri M. Ridwan melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Retno Harini mengimbau agar kebersihan kandang dan kesehatan ternak menjadi perhatian.
“Nanti kami juga ada pemeriksaan antemortem hewan kurban meliputi kesehatan, kelayakan, dan kebersihan lapak,” ujar Retno.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah