Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Situasi Politik Bikin Ekonomi di Kediri Tidak Menentu

Emilia Susanti • Jumat, 3 Mei 2024 | 18:05 WIB
MELAMBAT: Bendera parpol berkibar di kantor KPU. Pemilu 2024 lalu sebabkan penyaluran kredit menurun.
MELAMBAT: Bendera parpol berkibar di kantor KPU. Pemilu 2024 lalu sebabkan penyaluran kredit menurun.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Rendahnya penyaluran kredit di Kota Kediri pada Februari bukan hanya disebabkan karena adanya perbedaan saat Covid-19 dan setelah pandemi. Faktor penghambat lainnya adalah pemilu (pemilihan umum) yang digelar pada Februari 2024 lalu.


Kepala Bagian (Kabag) Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Sofa Nurdianah menyebut, pemilihan presiden (pilpres) paling sangat memengaruhi ekonomi saat itu. Alasan pemilu menjadi penyebab adalah ketidakpastian terhadap pelaku usaha. Sehingga, beberapa diantaranya memilih untuk menunda ekspansi usahanya. Dampaknya, mereka menahan kredit.


"Itu alasan mengapa ekspansi kreditnya lebih lambat dibandingkan posisi sebelumnya (kredit Februari 2023, Red)," jelas Sofa.


Apa yang disampaikan Sofa itu dibenarkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo. Dia menganalisa, ketidakpastian yang ditimbulkan pada saat pelaksanaan pemilu memberikan dampak bagi para pelaku usaha. Mereka lebih berhati-hati saat memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan bisnis. Utamanya saat melakukan pengembangan usaha.


"Ketidakstabilan politik akan berdampak ke seluruh pelaku usaha," tekannya. Bahkan perbankan sendiri akan berhati-hati saat menyalurkan kredit. Mereka akan lebih teliti lantaran tak ingin kredit yang telah disalurkan menjadi macet.


"Misalnya, saat transisi pemerintahan, ada demo-demo yang bisa menimbulkan risiko bisnis. Termasuk perubahan kebijakan perpajakan, regulasi, ketenagakerjaan berdampak pada biaya operasional," terangnya.


Subagyo menganggap ketidakstabilan itu tidak hanya memengaruhi pelaku usaha. Tapi juga pada konsumen. Pasalnya, masyarakat juga akan lebih berhati-hati membelanjakan uang mereka. "Ini berdampak pada menurunnya daya beli," tandasnya.


Untuk diketahui, penyaluran kredit Februari 2024 hanya empat persen. Angka tersebut turun drastis dibanding Februari 2023. Tahun lalu di bulan yang sama penyaluran kreditnya tumbuh pesat hingga 9,78 persen.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #politik #ekonomi kediri #ekonomi #kediri raya #pemilu #jawa pos