Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Salah Satu Cara Investasi Mudah untuk Tabungan Masa Depan

Emilia Susanti • Jumat, 19 April 2024 | 18:08 WIB
BERKILAU: Deretan gelang emas dipajang guna menarik pembeli di salah satu toko di Kota Kediri.
BERKILAU: Deretan gelang emas dipajang guna menarik pembeli di salah satu toko di Kota Kediri.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo mengatakan bahwasannya setiap orang perlu berinvestasi. Salah satu tujuannya adalah untuk berjaga-jaga atas situasi yang akan terjadi di masa mendatang.

"Untuk kebutuhan mendadak. Misalnya kalau sakit, renovasi rumah, dan lain-lain," jelasnya.

Di sisi lain, dengan berinvestasi nilai uang juga bisa bertambah. Mengingat salah satu motif memegang uang adalah untuk spekulasi, selain untuk transaksi dan berjaga-jaga. Artinya, nilai uang yang kita simpan saat ini akan berubah di masa yang akan datang. Hal ini bisa dipengaruhi oleh suku bunga, nilai tukar, inflasi, dan lain-lain.

Subagyo menjelaskan ada beberapa investasi yang bisa masyarakat lakukan. Seperti membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan atau batangan. Kemudian  membeli tanah. Pasalnya, harga jualnya akan mengalami kenaikan di masa yang akan datang. Investasi selanjutnya, masyarakat bisa membuat deposito. Dalam hal ini, akan ada pendapatan bunga yang didapatkan.

 Baca Juga: Harga Bahan Pokok Tinggi saat Lebaran, Inflasi April Diprediksi Naik

"Kemudian berinvestasi saham. Biasanya ini dilakukan oleh orang-orang yang memiliki literasi keuangan yang baik," ujarnya.

Terakhir, Subagyo pun menekankan bahwa seseorang harus memiliki perencanaan keuangan. Apabila masih memiliki uang setelah dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan, maka sebaiknya uang tersebut diinvestasikan.

"Jangan sampai uang yang dikeluarkan (dibelanjakan, red) lebih besar dari yang diterima," pesannya.

Tawaran Untung Besar, Indikasi Investasi Bodong
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri tidak mencatatkan adanya pelaporan kasus investasi illegal pada tahun 2023. Namun, bukan berarti kasus investasi illegal tak terjadi di Kota Tahu. Pasalnya, jikalaupun ada, pelaporan itu biasanya dilakukan langsung ke pihak kepolisian.

Deputi Kepala OJK Nur Hidayatul Khusna menjelaskan bahwa sejatinya masyarakat bisa melaporkan kasus investasi illegal kepada OJK Kediri. Nantinya, akan ada satgas khusus yang akan meninjau laporan tersebut.

“Tetapi pengaduan resmi yang masuk terkait investasi selama 2022, 2023, dan 2024 belum ada,” ujarnya.

Meski tak ada laporan resmi, wanita yang akrab disapa Nur ini tidak menampik jika ada kasus investasi illegal di Kediri. Misalnya kasus investasi Sugih Berkah Trade (SBT) dan Madu Lanceng. Sayangnya, pihaknya tak pernah mendapat laporan resmi dari masyarakat.

“Baru saat kami melakukan sosialisasi itu banyak yang curhat (cerita, red),” ungkapnya.

Kendati demikian, pada 2023, OJK Kediri mencatat ada 12 orang yang melakukan konsultasi terkait dengan investasi. Kemudian, Januari – Maret 2024, sudah ada sebanyak tujuh orang yang melakukan konsultasi.

Lebih jauh, Nur menerangkan bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan agar masyarakat tidak tertipu dengan investasi bodong. Pertama, mengecek legalitas perusahaan yang menawarkan investasi. Kedua, menilai apakan keuntungan yang ditawarkan tersebut logis.

“Jadi ada dua L, Legal dan Logis,” tegasnya.

Menurut Nur, ada hal-hal yang menjadi ciri dari investasi illegal. Misalnya, iming-iming keuntungan yang besar. Pasalnya, perusahaan investasi yang legal tidak akan menawarkan keuntungan besar yang tidak logis. Bahkan, perusahaan akan mengingatkan bahwasanya ada risiko saat melakukan investasi.

“Biasanya tertipu karena return yang besar, mungkin 80 persen, 100 persen, 125 persen per tahun. Terus ada klaim tanpa risiko,” urai Nur menjelaskan ciri investasi illegal.

Oleh karenanya, masyarakat harus kembali mengingat dua L, yakni legal dan logis. Pasalnya, investasi illegal ini bisa menimpa siapa saja. Tak mengenal usia bahkan latar belakang pendidikan seseoran.

“Kembali ke karakter orang dalam mengelola keuangan mereka,” jelas Nur.

Walau investasi illegal masih marak terjadi, bukan berarti masyarakat tidak boleh melakukannya. Ada banyak bentuk investasi yang bisa dilakukan. Seperti berinvestasi emas, reksadana, obligasi, deposito, saham, dan sebagainya. Tentunya melalui perusahaan investasi yang sudah memiliki legalitas dari OJK.

Nur mengatakan bahwasanya investasi tetap penting dilakukan oleh masyarakat. Dia menjelaskan investasi merupakan passive income dari harta yang dimiliki pada masa sekarang. Pasalnya, nilai dari yang diinvestasikan akan bertambah. Di samping itu, investasi juga bisa menjaga nilai uang saat terjadi inflasi.

“Kemudian bisa digunakan untuk kebutuhan mendadak,” lanjut Nur.

Terakhir, adanya investasi juga menjadikan perekonomian menjadi stabil. Dengan perekonomian yang stabil tersebut, maka akan menambah kepercayaan bagi para investor luar negeri.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #ekonomi #emas