KEDIRI, JP Radar Kediri– Jelang Ramadan, pedagang bunga tabur musiman memadati trotoar di depan Pasar Setonobetek Kota Kediri. Meski dengan lapak sederhana, para pembeli datang silih berganti. Pasalnya, banyak umat muslim membutuhkan bunga tabur untuk kegiatan ziarah kubur.
“Saya sudah empat hari jualan. Mulai jam 04.00 sampai nanti malam,” ujar Hariani, 56, pedagang bunga asal Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Wanita yang telah berjualan lebih dari sepuluh tahun itu mengaku menjajakan bunga tabur sesuai permintaan pelanggan. Bisa menjual bunga-bunga secara terpisah atau satu paket. Satu paketnya, berisi daun kenanga, bunga kantil, bunga mawar, dan bunga grendel. “Satu bungkus ini Rp 10 ribu,” terangnya.
Dia mengaku sudah menjual tiga puluh bungkus hingga sore hari kemarin. Memang tak terlalu banyak. Tetapi, hasil jualannya tetap bisa menutupi modalnya. Pasalnya, dagangannya laris lantaran banyak yang membeli secara terpisah.
Kendati demikian, musim hujan yang terjadi saat ini menyulitkan bagi pedagang. Hal ini lantaran bunga yang dibeli lebih cepat membusuk. Sementara, petani bunga pun mengaku tanaman bunganya banyak yang layu. “Kebanyakan air, bunganya banyak yang layu, mati juga,” terang Rubiati, 48, pedagang yang langsung mengambil bunga grendel secara langsung ke petani.
Berbeda dengan Hariani, wanita asal Kecamatan Grogol itu menjual satu paket bunga yang dibungkus kresek bening seharga Rp 5 ribu. Sore kemarin, dia mengaku sudah menjual sekitar 200 bungkus. Jika total, nilainya sebesar Rp 1 juta. Itu belum termasuk bunga yang dia jual secara terpisah-pisah. “Saya jualan sampai nanti malam. Sampai habis,” aku Rubiati.
Sementara itu, jelang ramadan tempat pemakaman umum (TPU) ramai dikunjungi peziarah. Informasi yang dihimpun koran ini, TPU Dusun Gedangsewu Wetan, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare dibanjiri peziarah. Dalam 30 menit saja, setidaknya ada puluhan orang yang keluar masuk. Bahkan, ramainya orang yang datang ziarah, sudah sejak beberapa hari lalu. “Sudah sejak malam Jumat,” terang nuru kunci TPU Trismiono, 65.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah