Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Kata Pengamat Ekonomi soal Ketergantungan Kota Kediri pada Pabrik Rokok

Emilia Susanti • Rabu, 6 Maret 2024 | 18:50 WIB
INDUSTRI ROKOK: Kantor GG difoto menggunakan drone.
INDUSTRI ROKOK: Kantor GG difoto menggunakan drone.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Kediri memang didominasi oleh industri rokok. Kontribusinya mencapai 79,99 persen membuat sektor lainnya terlihat tak bergeliat. Hal ini pun perlu menjadi perhatian pemerintah.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo menyarankan agar pemerintah kota tak bergantung pada industri rokok. Pasalnya, dalam jangka panjang industri ini semakin mendapat tekanan dari berbagai pihak. Mengingat dampak buruknya terhadap kesehatan.

Kendati demikian, untuk mengurangi ketergantungan ini menurut Subagyo bukan hal yang mudah. Hal ini sudah terlihat jelas dari seberapa besar kontribusinya terhadap perekonomian. “Bisa menurunkan (ketergantungan, red) sedikit-sedikit. Untuk satu persen saja sulit,” jelas Subagyo.

Oleh karenanya, pemerintah perlu terus mendorong sektor-sektor potensial lainnya. Mulai dari menggeliatkan industri kreatif, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pariwisata, pendidikan, dan lainnya. “Pemerintah juga perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM),” tuturnya.

Lebih jauh, Subagyo pun menyoroti atas beroperasinya Bandara Internasional Dhoho. Menurutnya, banyak multiplier effect atas keberadaan bandara itu. Misal dalam sektor pariwisata. Pemerintah harus bisa membuat Kota Kediri menjadi tempat yang tepat untuk dikunjungi.

“Pariwisata tidak harus alam. Kediri ini kota tua, dengan melibatkan sejarawan bisa juga menjadi tujuan wisata. Jadi harus menciptakan kekhasan kediri,” terang Subagyo.

Di sisi lain, kegiatan perhotelan juga bisa terdongkrak naik dengan adanya bandara. Mengingat lokasi Kota Kediri yang dekat dengan bandara tersebut. Terlebih lagi, Kota Kediri juga terkenal dengan wisata kulinernya. Sehingga, apabila tidak ada perhatian khusus oleh pemerintah, Kota Kediri bisa saja hanya “dilewati” oleh para pendatang.

“Harus terus menggali potensi yang ada dan harus mengurangi ketergantungan (terhadap industri rokok, red) sedikit demi sedikit,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ekonomi kediri #pabrik rokok kediri #umkm kediri