Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gelar Pasar Murah, Pemprov dan Pemkot Intervensi Harga Cabai di Kota Kediri

Ayu Ismawati • Jumat, 8 Desember 2023 | 16:25 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri– Harga cabai rawit dan merah di Kota Tahu terus meroket. Kenaikan harga semakin tak terbendung. Bahkan, satu kilogram cabai rawit tembus hingga Rp 98 ribu. Menyikapi hal ini, Pemprov Jatim dan Pemkot Kediri akan melakukan intervensi.

Upaya intervensi harga tersebut dilakukan dengan cara menggelar pasar murah. Rencananya, operasi pasar pertama ini akan diadakan hari ini di halaman Kantor Kelurahan Pojok, Mojoroto mulai pukul 08.00 WIB. Harga yang dipatok diklaim bakal lebih murah dibanding di pasaran.

Hanya saja, pemkot menyadari bahwa upaya menekan harga cabai relatif susah. Pasalnya, komoditas pedas tersebut memiliki karakteristik tersendiri. “Kalau untuk menurunkan harga (cabai) memang sulit. Karena kenaikan harga terjadi secara nasional,” Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan.

Dalam operasi pasar murah ini tidak hanya menyediakan komoditas cabai saja. Pasalnya, sejumlah komoditas pokok terbilang rentan mengalami kenaikan harga jelang atau selama nataru. Di antaranya beras, minyak, gula, telur, daging ayam, bawang merah dan bawang putih. Item-item itulah yang menurutnya akan dihadirkan lewat operasi gerakan pangan murah.

“Setidaknya untuk stok pangan di tingkat masyarakat kita, khususnya menengah ke bawah, bisa terus tercukupi dengan harga yang lebih terjangkau,” tuturnya. Tidak hanya hari ini saja. Nantinya, operasi pasar murah akan kembali digelar di lokasi yang berbeda.

Terkait meroketnya harga cabai, Ridwan mengatakan bahwa hal ini terjadi karena beberapa hal. Belum memasuki masa panen diduga sebagai salah satu penyebab harga cabai yang kian merangkak naik.

“Karena belum memasuki masa panen raya, jadi belum optimal pasokan dari petani di daerah penghasil cabai. Termasuk dari daerah Kabupaten Kediri,” kata Ridwan.

Selain itu, Pasar Grosir sebagai sentra produk pasar juga banyak menyuplai kebutuhan untuk daerah lain. Sehingga, stoknya harus berbagi dengan daerah di luar Kota Kediri. “Pasokan masih banyak, walaupun memang tidak seperti normalnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kenaikan harga cabai rawit sudah menyentuh Rp 98 ribu per kilogram (kg). Kenaikan itu terbilang cukup signifikan. Ini dari harga normal yang berkisar Rp 78–80 ribu per kg.

Di Pasar Setonobetek, kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit saja. Melainkan juga pada jenis cabai lainnya. Termasuk cabai merah besar. “Naiknya banyak sekarang ini. Sudah mulai tiga hari ini naiknya,” ujar Suwarno, salah satu pedagang sayur di Pasar Setonobetek.

Kenaikan cabai rawit memang cukup signifikan. Yakni mencapai selisih Rp 20 ribu. Berbeda halnya dengan cabai merah besar. Menurutnya, kenaikan cabai merah besar cenderung tipis. “Sekarang Rp 87 ribu. Biasanya Rp 85 ribu,” terangnya.

Meski begitu, pedagang yang mengambil stok dari Pasar Grosir Ngronggo itu tak kaget dengan kenaikan harga. Sebab momentum akhir tahun selalu jadi langganan kenaikan harga. Namun demikian, menurutnya kenaikan tahun ini tidak lebih parah dari tahun sebelumnya.

Diakuinya, kenaikan harga turut berdampak pada daya beli masyarakat. Dengan harga yang meroket, rata-rata pelanggannya mengurangi jumlah pembelian. “Misalnya terkadang dia biasa beli seperempat. Setelah tanya harganya, belinya jadi satu ons saja,” terangnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pasar murah #cabai #pemkot #pemprov