Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Warga di Pare Antre Dua Jam agar Bisa Beli Beras Murah

Karen Wibi • Jumat, 22 September 2023 | 17:09 WIB

BERJUBEL: Warga mengerubuti truk pembawa beras murah dalam operasi pasar di Kecamatan Pare, kemarin. Sebanyak delapan ton beras ludes dalam waktu dua jam.
BERJUBEL: Warga mengerubuti truk pembawa beras murah dalam operasi pasar di Kecamatan Pare, kemarin. Sebanyak delapan ton beras ludes dalam waktu dua jam.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Harga beras yang belum kunjung turun agaknya mulai ‘mencekik’ masyarakat. Ribuan warga rela antre hingga dua jam untuk bisa membeli beras murah. Pemandangan itu seperti yang terlihat di operasi pasar (OP) Kecamatan Pare kemarin.

Pantauan koran ini, operasi pasar di Kecamatan Pare baru digelar pukul 08.00. Tetapi, warga sudah mulai berdatangan sejak pukul 07.00. Bahkan, tidak sedikit yang sudah berada di sana sebelumnya. “Saya datang belum ada jam 07.00. Di sini (Kecamatan Pare, Red) sudah banyak orang,” kata Musdalifah, 55, salah satu warga.

Truk pengangkut beras menurutnya baru datang pukul 08.00. Begitu truk masuk ke area kecamatan, warga yang semula bergerombol langsung membuat barisan antrean. Nahas, meski Musdalifah sudah datang pagi, dia kalah cepat masuk ke dalam barisan pengantre.

Dia pun harus berdiri lagi selama 1,5 jam untuk bisa membeli beras kemasan lima kilogram (kg) seharga Rp 52 ribu. “Untungnya masih dapat (beras, Red) meski antrenya lama,” lanjut Musdalifah legawa.

Saat koran ini tiba di lokasi kemarin, antrean pembeli beras murah program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) itu masih mengular. Warga menunggu giliran untuk bisa membeli beras murah maksimal dua paket.

Photo
Photo


Meski harus menunggu lama, Musdalifah pulang dengan senyum mengembang. Sebab, tidak sedikit warga yang telanjur antre tetapi harus pulang dengan tangan hampa. Sebab, stok yang disiapkan sudah habis.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Arba’i membenarkan tentang stok yang tidak mencukupi. Arba’i menyebut, pihaknya sudah menyiapkan stok sebanyak delapan ton beras. Tetapi, jumlah itu ternyata belum mencukupi. “Ramai sekali. Kami bawa beras 8 ton ternyata masih kurang. Banyak yang belum kebagian,” ujarnya.

Khusus untuk warga yang kemarin tidak kebagian, menurut Arba’i mereka bisa mendatangi lokasi OP lainnya. Kamis (28/9) depan, mereka akan menggelar OP yang sama di Kecamatan Grogol. “Kuota dan harga berasnya sama,” jelas Arba’i.

Wakil Pemimpin Bulog Kediri Estu Rahmaningtyas menambahkan, pihaknya melakukan beberapa cara untuk menstabilkan harga beras. OP yang digelar sejak awal September lalu merupakan salah satu caranya. Selebihnya, mereka juga sedang menyalurkan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sedikitnya ada 123 ton beras yang akan disalurkan untuk 123.817 KK warga miskin di Kabupaten Kediri. Penyalurannya menurut Estu akan dilakukan dalam tiga tahap. Yaitu di bulan September, Oktober, dan November. “Penyaluran beras sudah dimulai hari ini (kemarin, Red),” terang Estu khusus untuk beras dari Bapanas.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#harga beras #mencekik #antre #beras murah