Seperti diungkapkan Kades Bulusari Agus Sutomo, harga telur yang dijual di pasar murah dibanderol Rp 25 ribu sampai Rp 27 ribu per kilogram (kg). Meski selisih harga dengan pasar hanya Rp 500, komoditas ini paling cepat ludes dibanding barang kebutuhan pokok lainnya. “Telur paling cepat habis, mungkin karena stoknya terbatas,” ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan, stok telur untuk pasar murah di hari terakhir hanya 190 kg. Yang menyediakan tidak hanya DKPP, tetapi juga pedang lokal. Rinciannya, DKPP menyediakan 115 kg dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu. Sedangkan pedagang lokal membawa 75 kg dengan harga Rp 27 per kg. Di pasar, harga telur Rp 27.500 per kg.
“Konsep pasar murah ini, kami menggandeng kelompok tani, warga lokal, dan perusahaan daerah untuk menyajikan kebutuhan warga,” jelasnya. Selain telur, ada pula beras yang disediakan Perum Bulog Sub Divre Kediri sebanyak 600 pak. Setiap pak berisi 5 kilogram. Harpa satu paknya Rp 43 ribu. Atau Rp 8.600 per kilogram untuk jenis medium.
Ada pun migor disiapkan CV Tiga Bintang. Yakni merek Fortune 54 kantong per kantongnya Rp 16 ribu dan migor biasa 71 kantong yang dibanderol Rp 15 ribu per kantongnya.
Sedangkan stok gula pasir paling banyak. “Selain dari kami, ada gapoktan dan koperasi tani yang ikut menjual,” lanjut Tutik.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah