Dalam sehari, pendapatan PKL naik hampir tiga kali lipat. Hal itu tidak lepas dari meningkatnya jumlah pengunjung. “Alhamdulliah ramai Mbak, ditambah sekarang juga barengan libur sekolah,” tutur Sumiati, 36, penjual es degan di kawasan wisata itu.
Berjualan mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.00, dalam sehari omzet Sumiati mencapai Rp 700 ribu. Jika hari-hari biasanya, sebelum mendekati tahun baru hanya sekitar Rp 200–Rp 300 ribu per hari. “Banyak konsumen dari luar kota juga. Jadi tidak heran jika pendapatanya meningkat, ditambah sekarang barengan sama libur sekolah,” ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Shofia, 27, pedagang yang menjual makanan, mengaku omzetnya mencapai Rp 500 ribu. Kenaikan itu terjadi karena mendekati tahun baru dan anak-anak libur sekolah. Yang mana pengunjung yang datang kebanyakan keluarga yang membawa rombongan dan anak-anak muda.
“Kalau mau tahun baru gini sini selalu ramai Mbak, ditambah acara Kediri Dolanan juga belum bubar. Jadi rata-rata pedagang di sini mesti mengalami kenaikan,” terangnya.
Jika hari-hari biasa Shofia hanya mendapat sekitar Rp 200 ribu per hari. Bahkan Rp 150 ribu per harinya. Di lapaknya itu Shofia mejual beberapa jenis makanan, seperti sosis goreng, kebab, corndog, dan beberapa jenis jajanan lainnya. “Kalau pembeli itu kesukaannya kalau gak kebab ya sosis goreng,” paparnya.
Shofia mengaku, beberapa pembeli yang mampir di lapaknya memang dari luar kota, seperti Blitar, Tulungagung, Nganjuk. Mereka datang ke SLG untuk menyaksikan acara. “Ya beberapa orang mampir memang untuk melihat acara, tapi ada juga yang hanya ingin liburan menghabiskan akhir tahun,” katanya.
PKL lainnya, Yanto, 52, mengaku, dengan meningkatnya pengunjung menjadi kebanggaan untuknya. Karena kalau hari-hari biasa daganganya tidak selaku sekarang ini. “Mendekati tahun baru di sini memang ramai ditambah ada acara juga belum berakhir, Semalem pengunjung dari Nganjuk dan Tulungagung mampir ke warung saya,” urainya.
Di hari biasa, pedagang yang berjualan menggunakan kendaraan roda tiga itu mendapat omzet Rp 200 ribu. Sedangkan saat akhir pekan tanpa ada acara, Yanto mendapat Rp 300 ribu- Rp 400 ribu.
“Semalam pendapatan saya Rp 600 ribu. Karena memang betul-betul pengunjung meningkat, syukur Alhamdulillah,” pungkas bapak tiga anak itu. Editor : Anwar Bahar Basalamah