Yateno, 65, petani tembakau Dusun Peso, mengatakan panennya sejak September. Hasilnya bagus. Harga jual pun naik. "Alhamdulillah panen bagus. Harga mulai naik lagi,” ungkapnya (21/9).
Pada panenan pertama dan kedua, Yateno mengaku, masih Rp 21 ribu per kilogram (kg). Namun, kemarin naik jadi Rp 23 ribu per kg. ”Ini hasil panen saya yang ketiga. Masih ada dua kali petikan lagi," ujar bapak 3 anak itu sambil berharap petikan keempat dan kelima nanti hasilnya lebih baik lagi.
Di Dusun Peso, lanjut Yateno, ada lima orang yang menanam tembakau. Rata-rata hasil panen disetor sekitar 5 - 7 pres. Yateno sendiri memiliki lahan 250 ru. “Hasil sekali setor sekitar 6-7 pres. Satu pres tembakau itu beratnya 50 kg. Jadi sekali setor 3 sampai 3,5 kuintal tembakau yang sudah kering,” urainya.
Proses pengeringan tembakau sekitar 2-3 hari. Itu kalau panasnya memadai. Hal serupa dirasakan Yatemi, 43, petani tembakau lainnya. Pemilik lahan tembakau seperempat hektare ini mengatakan, harga memang naik. Dalam seminggu ia bisa dua kali petik.
Untuk sekali panen, Yatemi bisa menjual lima kali. Hingga kemarin, dia sudah tiga kali jual. “Setiap sekali setor saya dapat 6 pres atau sekitar 3 kuintal,” kata wanita yang sudah 3 tahun bertani itu. Ia berharap, ke depan hasil panen tembakau tetap bagus dan harga jualnya terus naik.(c3/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah