Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Warga Kediri Padati Area Car Free Day

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 4 Juli 2022 | 16:55 WIB
ANTUSIAS: Ribuan pengunjung memadati area car free day Jl Dhoho yang kembali dibuka kemarin setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19. (Foto: Habibah A. Muktiara)
ANTUSIAS: Ribuan pengunjung memadati area car free day Jl Dhoho yang kembali dibuka kemarin setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19. (Foto: Habibah A. Muktiara)
KOTA, JP Radar Kediri–Dua tahun ditutup akibat pandemi Covid-19, car free day (CFD) di Jl Dhoho yang kembali dibuka kemarin, dipadati ribuan warga. Mereka antusias menyaksikan sejumlah pertunjukan seni dan memadati lapak kuliner dari puluhan UMKM di sana.

Sekitar pukul 07.00 kemarin, Jl Dhoho penuh sesak oleh pengunjung. Ada yang berjalan kaki, ada pula yang menuntun sepeda mereka. Di beberapa titik pengunjung berkumpul untuk menyaksikan pentas tari, jaranan, reog, hingga unjuk kebolehan para pesilat.

Tidak sedikit pengunjung yang berswafoto dengan background pentas seni tersebut. Jantung Kota Kediri yang biasanya bebas dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, ditutup mulai dari arah utara atau perempatan Bank Indonesia. Kemudian, dari sisi selatan perempatan sumur bor.

“Senang setelah dua tahun karena Covid-19, akhirnya car free day ada lagi,” ujar Mariana, 27, salah satu pengunjung. Bersama dua anaknya, perempuan asal Kecamatan Pesantren ini menikmati pertunjukan reog.

Selain pertunjukan seni, warga memanfaatkan CFD untuk senam bersama. Pengunjung yang datang pun kompak mengikuti senam gratis di pusat keramaian Kota Tahu itu.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Wali Kota Abdullah Abu Bakar kemarin juga menyempatkan diri mengunjungi CFD. Dia mendatangi sejumlah stan UMKM di sana bersama keluarga.  “Saya bahagia sekali CFD hari ini (kemarin, Red) begitu ramai setelah dua tahun CFD tidak diadakan karena Covid-19,” beber Abu.

Abu mengaku senang melihat warga antusias mengunjungi CFD. Demikian juga para pedagang kuliner yang bersemangat berjualan di sepanjang Jl Dhoho. Menurutnya, hal tersebut bisa jadi semangat kebangkitan ekonomi di Kota Kediri.

Ke depan, wali kota dua periode itu berharap CFD bisa terus digelar. Dengan catatan, kasus Covid-19 di Kota Kediri bisa terkendali seperti sekarang. “Banyaknya UMKM yang terlibat di CFD ini merupakan hal positif karena perputaran ekonomi mikro terjadi di sana (CFD, Red),” tuturnya.

Melihat banyaknya pedagang yang ada di CFD, menurut Abu juga akan jadi evaluasi bagi pemkot. Terutama dari segi penataannya. Orang nomor satu di Pemkot Kediri itu mengaku akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar UMKM bisa ditata sedemikian rupa. Sehingga, pengunjung tetap merasa nyaman berada di sana.

“Nanti akan kami tata agar pengunjung bisa gampang mencari kuliner dan aksesnya juga mudah,” tegas Abu yang kemarin mengajak Ferry Silviana Feronica, istrinya, dan anak-anaknya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, membeludaknya pengunjung CFD membuat jalur di sekitar Jl Dhoho padat. Sekitar pukul 07.00, perempatan Jl Diponegoro menuju Jl Basuki Rahmat macet. Kedapatan juga terjadi di Jl Kartini, dan sebelah barat rel kereta api di Jl Hayam Wuruk.

Trotoar Jl Hayam Wuruk dan Jl Brawijaya juga menjadi tempat parkir dadakan kendaraan roda dua. Arus lalu lintas yang tersendat sejak pukul 07.00, kembali lancar sekitar pukul 09.30.

  Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #antusias cfd #cfd dhoho #informasi kediri #olahraga #jalan dhoho #kediri #harmoni kediri #info kediri #umkm #berita terbaru #car free day #cfd #walikota kediri #mas abu #umkm kediri #jalan-jalan #kediri hits #berita kediri #olahraga kediri #cfd kediri