Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Terobosan Itu Bernama Sumur Sibel

adi nugroho • Senin, 28 September 2020 | 00:16 WIB
terobosan-itu-bernama-sumur-sibel
terobosan-itu-bernama-sumur-sibel

Bisa jadi bila semua petani menggunakan teknologi ini, tak ada lagi tudingan pada mereka menjadi salah satu penyebab kelangkaan elpiji subsidi di pasaran. Apa itu? Yaitu sumur submersible.


Sumur submersible adalah jenis mesin pompa yang seluruh bagiannya berada di dalam sumur, bukan di permukaan. Sumur jenis ini memiliki efisiensi tinggi. Seperti yang ada di Desa Gambyok, Kecamatan Grogol.


Beda dengan mesin penyedot konvensional yang berbahan bakar, sumur sibel-demikian orang-orang biasa menyebut-digerakkan dengan tenaga listrik. Biayanya pun jadi lebih irit.”Dengan sumur submersible ini sangat membantu petani di desa ini,” aku Ketua Kelompok Tani Bogoroso Abdul Kadir.


Menurutnya, pengajuan sumur submersible sudah ada sejak 2018. Setelah desa ini selalu kesulitan air ketika musim kemarau. Realisasinya butuh waktu setahun karena butuh jaringan listrik ke sawah-sawah.


Abdul mengatakan di Desa Gambyok terdapat bantuan lima sumur submersible. Tersebar di dua dusun. Yaitu Dusun Semen dan Dusun Sumbersari. Setiap titik submersible punya kedalaman 26 meter. Kemampuannya dapat mengairi sawah seluas sepuluh hektare.


Ali Muhajir, salah satu petani asal Dusun Semen, adalah yang merasakan manfaat sumur submersible. “Sebelumnya saya menggunakan diesel dengan bahan bakar solar,” ungkap laki-laki usia 50 tahun.


Saat memakai solar, sekali penyedotan dia butuh enam liter. Artinya butuh Rp 36 ribu. Sedangkan ketika menggunakan sumur submersible hanya mengeluarkan Rp 25 ribu. “Karena ini menggunakan listrik, per meternya 2 ribu (rupiah),” imbuhnya.


Menggunakan sumur submersible juga lebih cepat bila dibanding pompa diesel berbahan bakar solar. Bila mesin diesel butuh 8 jam untuk mengairi 140 ru sawah, submersible lebih singkat. Hanya butuh tiga jam untuk luas lahan yang sama.


Dikonfirmasi terpisah, plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Anang Widodo mengatakan bahwa pemasangan sumur submersible sangat membantu petani dalam mengairi sawah. Apalagi, sumur submersible juga bisa menggunakan tenaga bio solar atau tenaga listrik. “Biaya perawatan sumur submersible ini jauh lebih murah,” jelas Anang. (ara/fud)


 

Editor : adi nugroho
#radarkediri