Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kemarau, Petani Kacang Panjang Enggan Tanam

adi nugroho • Sabtu, 29 Agustus 2020 | 23:14 WIB
kemarau-petani-kacang-panjang-enggan-tanam
kemarau-petani-kacang-panjang-enggan-tanam

KOTA, JP Radar Kediri– Harga kacang panjang mulai mengalami kenaikan di pasaran. Penyebabnya, diduga persediaan komoditas sayur ini banyak berkurang. Banyak petani yang enggan menanam. Alasannya, kacang panjang tidak cocok ditanam di musim kemarau.


Karena itu barang yang ditawarkan di pasar tidak memenuhi permintaan konsumen. “Kenaikan ini sudah satu minggu yang lalu,” terang Agus, salah satu pedagang kacang panjang di Pasar Grosir Sayur dan Buah Ngronggo, Kota Kediri kemarin.


Di lapaknya, laki-laki berusia 50 tahun ini mengatakan, sebelum mengalami kenaikan harga kacang panjang dijual Rp 2.500 per kilogram (kg). Namun setelah harga naik, kacang panjang dijual seharga Rp 6.000 per kilogram. Kenaikannya lebih dari 100 persen atau berlipat dua.


“Selain karena stok barangnya sedikit, kacang panjang ini banyak yang mencari di pasar,” papar Agus.


Karena barang sedikit, dalam satu hari dia hanya dapat kulak sebanyak tiga kuintal. Namun ketika barang banyak, Agus mengaku, dalam satu hari dapat kulak hingga sebanyak empat kuintal lebih. “Karena sayuran ini banyak dicari, jadinya sehari langsung habis ,” ungkapnya.


Hal yang sama dialami oleh Suwarno, 50, penjual kacang panjang di pasar yang sama. Di hadapan wartawan ini, Suwarno mengatakan, jika kacang panjang di lapaknya kini dijual dengan harga Rp 6.500 per kilogram.


Sebelum mengalami kenaikan harga, kacang panjang dijualnya dengan harga Rp 3.000 per kilogram. “Ini meski naik penjualan termasuk ramai, sehari dapat jual tiga hingga empat kuintal,” terangnya.


Dikonfirmasi terpisah, Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Arahayu Setyo Adi mengatakan, naiknya harga kacang panjang karena stok barang terlambat.


“Untuk wilayah Kabupaten Kediri, jarang petani yang menanam kacang panjang,” terangnya.


Meski ada petani yang menanam kacang panjang, menurut dia, namun jumlahnya tidak banyak. Karena jarang ada petani yang menanam, sehingga untuk kacang panjang diambil dari luar kota. 


Adi menyebutkan, faktor cuaca inilah yang mengakibatkan stok kacang kosong. Sehingga harganya pun naik. Selain itu, karena meningkatnya permintaan dan tidak diimbangi dengan ketersediaan barang. Hal ini menyebabkan harga menjadi naik. (ara/ndr)


 


 

Editor : adi nugroho
#radarkediri #ekonomi