Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kediri Jadi Sentra Budidaya Kelapa

adi nugroho • Jumat, 13 September 2019 | 00:56 WIB
kediri-jadi-sentra-budidaya-kelapa
kediri-jadi-sentra-budidaya-kelapa

Kelapa (Cocos nucifera) merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi dan sosial yang penting bagi masyarakat Indonesia. Tanaman kelapa dapat dimanfaatkan mulai dari batang sampai daunnya. Pada prinsipnya ada dua tipe kelapa yaitu kelapa genjah dan kelapa dalam yang masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri.



Pada umumnya tanaman kelapa tumbuh baik di dataran rendah. Untuk kelapa dalam dianjurkan elevasi maksimum 500 mdpl, sedangkan kelapa hibrida maksimum 300 mdpl. Di Kabupaten Kediri, sentra kelapa berada di Desa Bedali, Kecamatan Ngancar; Desa Dawung dan Desa Batu Aji, Kecamatan Ringinrejo, serta Desa Duwet, Kecamatan Wates



Dalam budidaya tananam kelapa, untuk medapatkan bibit yang baik maka mulai dari pemilihan buah harus selektif. Prosesnya melalui persemaian, penyiapan benih, dan pembibitan.



Syarat buah kelapa yang baik untuk bibit adalah berasal dari pohon induk terpilih, bentuk buah bulat atau bulat panjang, ukuran panjang buah 22-25 cm, lebar 17-22 cm, kulit licin, kering, dan tidak cacat dan bebas dari serangan hama penyakit. Kemudian sabut kelapa berwarna cokelat, dan mengandung air.



Kegiatan persiapan lahan meliputi pembukaan areal/pembersihan lahan, pengairan, dan  pembuatan lubang tanam. Sedangkan untuk metode penanaman ada dua macam yaitu bibit yang disemai di polybag dan tanpa polybag.



Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman serta ketersediaan hara dalam tanah. Pupuk diberikan dua kali setahun pada awal musim hujan dan akhir musim hujan. Dalam pemeliharan tanaman kelapa meliputi pengendalian gulma. Gulma merupakan masalah yang cukup serius dalam perkebunan kelapa monokultur.



Ada beberapa jenis gulma yang banyak tumbuh di kebun kelapa dewasa. Antara lain golongan rumputan, golongan gulma berdaun lebar, pakis-pakisan dan teki. Berdasar tingkat persaingannya, gulma dapat dibagi menjadi dua yaitu gulma jahat (Imperata cylindrica, Mikania cordata, dan Cyperus rotundus) dan Gulma lemah (Euphorbia hirta, Paspalum Conjugatum).



Gulma di sekitar pohon kelapa dapat dikendalikan secara mekanis maupun kimiawi. Pengendalian secara mekanis dengan cara mencangkul gulma di sekitar pangkal tanaman kelapa secara melingkar. Untuk pengendalian secara kimiawi dapat menggunakan herbisida sesuai dengan konsentrasi pada labelnya.



Panen buah kelapa pada pohon masih rendah menggunakan tangga atau bambu. Jika tanaman sudah tinggi dilakukan dengan cara memanjat pohon kelapa. Pilih tandan yang sudah tua ditandai dengan kulit buah berwarna cokelat. Pengupasan buah menggunakan lewang atau ruyung.



Beragam pasca panen yang bisa dilakukan untuk tanaman kelapa. Yaitu berupa buah maupun sadapan niranya. Pengolahan Kopra buah kelapa yang telah dikupas dibelas menggunakan parang, belahan kelapa tersebut sudah siap untuk dikeringkan menjadi kopra baik menggunakan sinar matahari maupun alat pengering.



Untuk penyadapan Nira Kelapa dipilih tandan yang belum mekar, diikat dan digoyang-goyangkan agar lemas sehingga memudahkan keluarnya air. Ujung tandan dipotong lalu dipasangi wadah penampung air nira dan beri sedikit kapur.



Di tempat pemrosesan gula, nira disaring dan diukur pH-nya. Nira dimasak sambil dilakukan pengadukan dan selama pemasakn diberi Na-metabisulfat untuk membuat warna gula menjadi lebih kuning. Apabila muncul busa dilakukan penyaringan dan diaduk terus hingga mengental. Apabila sudah mengental kemudian langsung dilakukan pencetakan. Sebelumnya alat cetak direndam dalam air agar tidak lengket.



 



 



Editor : adi nugroho