Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nekat Tanam Musim Hujan, Batang Molet

adi nugroho • Jumat, 1 Desember 2017 | 01:58 WIB
nekat-tanam-musim-hujan-batang-molet
nekat-tanam-musim-hujan-batang-molet


KEDIRI KABUPATEN – Meski curah hujan mulai tinggi, petani Desa Sekoto, Kecamatan Badas nekat menanam bawang merah. Akibatnya, pertumbuhan tanaman sayur itu kurang maksimal. Mereka nekat lantaran berharap harga saat panen nanti melambung.


Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di lahan pertanian bawang merah Desa Sekoto kemarin siang, terlihat pertumbuhan tanaman ini tidak sebagus saat musim kemarau. Terlebih banyak ditemukan batang bawang tidak lurus ke atas. Namun cenderung membengkok-bengkok.


Warna daunnya pun tidak hijau segar. “Kalau yang ini batangnya molet Mas,” terang Darmanto, 51, salah satu petani Sekoto.


Karena molet batang menjadi kurus dan lama-lama akan layu. Bahkan tak jarang malah mati. Adapun yang hidup hingga besar nanti pun batang yang molet itu tidak akan menghasilkan umbi bawang bisa dipanen.


Makanya, kemarin beberapa batang yang molet dan mulai mengering dicabuti para petani. “Ya terlalu banyak kena air Mas musim hujan ini. Jadinya molet begini batang-batangnya,” ujar Darmanto.


Tidak hanya itu, dia menambahkan, kendala petani bawang saat musim hujan adalah sawahnya tenggelam. Terutama bila intensitas curah hujan tinggi.


Seperti sawah Darmanto misalnya. Dua hari lalu lahan bawang merahnya tenggelam. Sehingga kemarin dia membenahi beberapa tanamannya dan memberikan pupuk lagi. Pasalnya, pupuk yang dua hari lalu telah ditebar terbawa arus air. Itu akibat sawahnya baru kebanjiran. “Sulit memang nanam bawang merah di musim hujan,” akunya.


Kepala Desa (Kades) Sekoto Samsul Malik pun membenarkan bahwa kini petani bawang merah di desanya sedang mengalami kesulitan. Karena memang selain bawang merah harus mendapatkan sinar matahari yang melimpah. Kadar air pun juga harus cukup.


Sehingga tidak jarang para petani yang tidak berani rugi. Dalam masa tanam di musim hujan ini. Para petani di Sekoto memilih untuk menanam sayur sawi. “Tidak berani Mas kalau harus menanggung risiko besar di musim hujan ini,” ujar Samsul.


Walaupun begitu, tidak serta merta para petani di Sekoto langsung tidak menanam bawang merah. Banyak petani yang tetap menanam walaupun tahu risikonya sangat besar. Namun setidaknya mereka tetap memilih menanam mereka memprediksikan bahwa di masa sulit tanam ini bawang merah nanti saat musim panen akan langka.


Karena faktor gagal panen juga sedikit yang tanam. Hal ini akan membuat harga bawang merah melambung tinggi. “Yang nekat tanam mengandalkan prediksi mereka bahwa nanti harganya akan mahal,” tegasnya.

Editor : adi nugroho
#badas #petani #bawang merah