Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sidak Pasar, DKPP Antisipasi Kenaikan Harga Kurban

adi nugroho • Jumat, 11 Agustus 2017 | 00:03 WIB
sidak-pasar-dkpp-antisipasi-kenaikan-harga-kurban
sidak-pasar-dkpp-antisipasi-kenaikan-harga-kurban



KEDIRI KABUPATEN – Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menginspeksi mendadak (sidak) Pasar Hewan Kecamatan Grogol, kemarin. Mereka mengecek harga dan ketersediaan hewan kurban jelang Idul Adha, awal September nanti.


Hasilnya, tim mengetahui terjadi peningkatan jumlah hewan yang dipasarkan. Meski bertambah, harga ternaknya pun naik. “Ada peningkatan jumlah. Jika hari biasa ada 300 kambing yang dijual. Jelang hari raya kurban ini tambah jadi 400 ekor,” terang Kepala DKPP Tutik Purwaningsih di sela sidaknya kemarin.


Selain itu, dalam sidak juga didapati kenaikan harga hewan kurban sekitar 10 hingga 15 persen. Di hari biasa rata-rata harga kambing Rp 2,3 juta. Kini menjadi Rp 2,7 juta. Bahkan yang fisiknya besar maksimal bisa laku Rp 4 juta.


“Sedangkan sapi yang awalnya seharga rata-rata Rp 16 juta, naik menjadi Rp 18,5 juta,” ungkap kepala dinas berkaca mata ini.


Namun, Tutik menilai, jelang Idul Adha kondisi itu termasuk masih aman. Dinasnya menargetkan, sidak dapat menekan harga hewan kurban. Setidaknya, pada hari H Idul Adha kenaikan tidak sampai 20 persen. “Kalau kenaikan sampai 50 hingga 100 persen pasti ada masalah. Di situ akan kita cari solusinya,” ujarnya.


Mengetahui harga di pasar hewan sudah naik hingga 15 persen, Tutik menyarankan, warga yang ingin berkurban segera membeli ternak dalam waktu dekat ini. Sebab makin mendekati hari raya akan semakin mahal. Terlebih jika mendekati hari H kian melonjak tinggi.


Dari sidak itu, Tutik mengatakan, pihaknya mendapati jumlah stok hewan kurban masih aman. Ini bisa menghindari inflasi. Sehingga kenaikan harga hewan kurban pun relatif tidak akan melonjak melebihi target maksimal 20 persen.


“Kami mengimbau para pedagang agar menjual hewan kurbannya dengan harga yang logis. Sehingga konsumen tidak kecewa,” tuturnya.


Saat memantau harga dan stok hewan kurban, Tutik didampingi dokter hewan dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Grogol. Mereka juga mengecek kesehatan hewan di pasar itu. Terlebih kesehatan kambing dari penyakit yang gampang menular. Seperti penyakit gatal-gatal. Karena, menurutnya, penyakit gatal pada kambing mudah menular hanya dengan sentuhan. “Alhamdulillah kesehatan hewan-hewan di pasar ini aman,” tegasnya.


 

Editor : adi nugroho
#hewan kurban