Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah BRILink Agen di Bakauheni, Berawal Dari ModalUsaha yang Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi Masyarakat

Anwar Bahar Basalamah • Minggu, 29 Maret 2026 | 12:40 WIB
Foto: dok. BRI
Foto: dok.BRI 

Bakauheni,JP Radar Kediri Di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, kehadiran BRILink Agen menjadi solusi yang semakin dibutuhkan, terutama di daerah yang jauh dari kantor bank. Bagi Na'am Muslim, pemilik BRILink Agen di Bakauheni, usaha ini bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga cara untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan keuangan dengan lebih mudah.

Perjalanan Na'am Muslim menjadi BRILink Agen berawaldari pengamatan sederhana. Ia melihat salah satu anggota keluarganya lebih dulu menjalankan usaha sebagai agen PPOB di kampung dan mampu memperoleh penghasilan yang cukup menjanjikan setiap bulan. Dari sana, akhirnya muncul ketertarikan Na’am untuk mencoba peluang serupa.

Awalnya saya melihat keluarga yang menjadi agen PPOB di kampung. Kemudian, terlihat bahwa pendapatannya cukupmenjanjikan. Akhirnya saya mencoba datang ke unit bank terdekat untuk mendaftar menjadi agen,” ujar  Na’am.

Baca Juga: Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit PerekonomianDesa Empang Baru

Ia menilai bahwa proses untuk menjadi BRILink Agen tergolong mudah. Ia hanya perlu mengikuti sejumlah tahapanhingga akhirnya memperoleh mesin EDC dan resmi beroperasi sebagai agen. Namun demikian, tantangan terbesarjustru muncul pada fase awal usaha, yakni keter batasanmodal. Menurutnya, besaran modal sangat menentukan kapasitas layanan transaksi yang dapat diberikan kepadamasyarakat. Semakin besar modal yang kita miliki, semakin banyak nasabah yang bisa kita layani. Itu tantangan terbesarsaat merintis usaha ini,” papar Na’am.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis tersebut mulai menunjukkan hasil. Na'am mengaku keberadaan BRILinkAgen membawa perubahan positif bagi kondisi ekonomikeluarganya. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi nasabah membantu memenuhi berbagai kebutuhan rumahtangga.

“Alhamdulillah, dari usaha ini kami mendapatkan keuntungan yang cukup besar sehingga kebutuhan keluarga bisatercukupi,” kata Na’am.

Ia juga menyebut, aktivitas transaksi di agen miliknya juga mengalami lonjakan signifikan di periode-periode tertentu, salah satunya bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran. Di mana, aktivitas mulai ramai pada pagi hari sekitar pukul 07.00WIB hingga 10.00 WIB, kemudian kembali meningkat pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Baca Juga: Intip Kisah Desa Banyuanyar, Desa Ramah Lingkungan yang Terus Maju Lewat Pemberdayaan Desa BRILiaN

Biasanya yang paling banyak itu transfer dan tarik tunai. Apalagi menjelang Lebaran, transaksi meningkat karena banyak masyarakat yang membutuhkan uang tunai atau mengirim uang ke keluarga,” ujarnya.

Bagi Na'am, pengalaman paling berkesan dalam menjalan kanusaha ini adalah ketika nasabah merasa puas denganpelayanan yang diberikan. Ia berusaha menerapkan semangatpelayanan yang menjadi nilai utama BRI, yaitu melayani dengan setulus hati. “Ketika kita melayani nasabah denganbaik, lalu mereka merasa puas dan nyaman, itu yang menjadi kesan terbaik bagi kami,” ungkap Na’am.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor yang membuat usaha BRILink Agen terus berkembang adalah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi perbankan, terutama di daerah. BRI sendiri sudah sangat dikenal dan dipercaya oleh masyarakat hingga ke pelosok. “Di berbagai daerah, masyarakat sudah terbiasa menggunakan layanan transaksi BRI. Jadi kebutuhan terhadap layanan ini memang sangat besar,” jelasnya.

Baca Juga: Mudahkan Akses Uang Tunai, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay Melalui Lebih dari 19 Ribu Jaringan ATM & CRM

Rasa bangga juga dirasakan Na'am setiap kali melihat masyarakat terbantu dengan layanan yang ia sediakan. Baginya, keberadaan BRILink Agen bukan hanya tentangbisnis, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “Kami merasa senang dan bangga bisa membantu masyarakat melakukan transaksi yang merekabutuhkan,” ungkapnya.

Ke depan, Na'am berharap usaha yang dijalankannya dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bakauheni. “Kami berharap usaha ini bisa terus berjalan dengan baik dan semuakebutuhan transaksi masyarakat di Bakauheni selalu bisa kami layani,” tuturnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa keberadaan jaringan BRILink Agenseperti Na’am menjadi strategi BRI dalam memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di tingkat komunitas.

Baca Juga: Transaction Banking BRI Kian Kokoh, Volume Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141,37 Triliun hingga Februari 2026

BRILink Agen merupakan ujung tombak inklusi keuanganBRI. Melalui peran mereka, layanan perbankan tidak hanyasemakin dekat dengan masyarakat, tetapi juga mampumemperkuat literasi keuangan hingga mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal melalui skema sharing economy,” ujar Dhanny.

Sejalan dengan upaya tersebut, tercatat hingga Februari 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,2 juta agenatau tumbuh 8,32% secara tahunan (YoY). Jaringan tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari80% wilayah Indonesia. Sepanjang periode tersebut, BRILink Agen mencatatkan volume transaksi mencapai Rp279 triliun dengan total transaksi lebih dari 170 juta.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#inklusi keuangan #BRILink Agen #sharing economy #bri