Kondisi Gunung Kelud sebagai gunung berapi aktif, menjadi hambatan tersendiri bagi Pemkab Kediri untuk melakukan revitalisasi di area puncak Kelud. Pun untuk menyediakan sarana dan prasarana baru di sana.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, keberadaan pemandian air panas di puncak Kelud memang bisa menambah daya tarik pengunjung untuk ke Kelud. Namun, lokasinya berada di zona merah.
“Kalau dibangun permanen, ada risiko terdampak letusan karena gunungnya masih aktif. Dan, kalau hitungan siklus, bisa sebentar lagi (meletus, Red),” ungkap Mustika.
Meski demikian, menurut Mustika pihaknya tidak berhenti melakukan inovasi untuk menarik pengunjung agar datang ke Kelud. Di antaranya dengan menggelar event-event besar di sana.
Dia mencontohkan, pada Sabtu (19/7) dan Minggu (20/7) kemarin ada acara komunitas Vespa di lereng Kelud. Acara yang dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah itu diharapkan juga meningkatkan kunjungan ke puncak Kelud. “Tahun ini juga akan kembali ada Kelud Volcano Road Run,” lanjutnya.
Untuk mempermudah aksesibilitas pengunjung, pemkab juga sudah melanjutkan pengecoran jalan menuju ke puncak Kelud.
“Kami juga akan memaksimalkan konsep 3A. Yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas,” papar Mustika sembari menyebut pihaknya akan segera membangun toilet di puncak Kelud.
Pengamat Ekonomi Kediri Subagyo menyebut, sebelum Kelud meletus di sana ada beberapa wahana. Selain pemandian air panas juga ada flying fox. Namun, setelah letusan 2014 lalu, wahana tersebut belum dikembalikan.
Selain minimnya alternatif lokasi di Kelud, menurut Subagyo menurunnya kunjungan di puncak Kelud juga karena persaingan wisata yang ketat. Di antaranya, di Blitar dan Tulungagung yang menawarkan keelokan jalur lintas selatan (JLS) dan deretan pantai-pantainya, lebih memikat pengunjung. “Kampung-kampung tematik di Blitar dan Malang juga banyak. Jadi persaingan wisata ini juga jadi sebabnya,” terang Subagyo sembari menyebut pemkab harus menambah fasilitas dan atraksi jika ingin kunjungan ramai lagi.
Opsi lain, pemkab bisa membuat paket wisata. Selain berkunjung ke Kelud bisa juga dengan berkunjung ke beberapa wisata lain di Kediri serta Blitar dan Tulungagung.
Senada dengan Subagyo, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Sulistyo Budi menyebut, untuk meningkatkan jumlah pengunjung di Kelud harus dilakukan penambahan infrastruktur. “Penambahan fasilitas perlu dilakukan agar pengunjung mendapat fasilitas yang memadai saat menikmati keindahan Gunung Kelud,” ungkap politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini. (*)
Editor : Mahfud