Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Raymond Rifat Alghozi, Atlet Muay Thai Berprestasi asal Kota Kediri

Emilia Susanti • Sabtu, 26 April 2025 | 16:17 WIB
Sosok Raymond Rifat Alghozi, Atlet Muay Thai Kota Kediri dan dari Tarung Jalanan Ganti ke Gelanggang.
Sosok Raymond Rifat Alghozi, Atlet Muay Thai Kota Kediri dan dari Tarung Jalanan Ganti ke Gelanggang.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Raymond  adalah salah satu atlet dari Kota Kediri yang akan tampil di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

Dia akan turun pada cabang olahraga (cabor) Muay Thai di kelas 43 kilogram. Target yang dibebankan kepadanya tidak lain adalah medali emas.

Mengobrol lebih dalam, Raymond memiliki kisah yang sangat menarik sebelum menjadi atlet. “Dulu saya sering bentrok (perkelahian, red), pernah kena Satpol PP.

Terus mudah kepancing (untuk berkelahi, red),” ungkap pemuda yang kini duduk di bangku kelas 9 di SMP Negeri 1 Mojo.

Parahnya, kenakalan yang dilakukan Raymond kala itu benar-benar dilakukan saat dirinya masih belia. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Semua itu bermula ketika dirinya mulai belajar silat.

“Waktu kecil saya dibully kak, karena pendiam. Terus akhirnya saya penasaran bagaimana agar tidak dibully, akhirnya saya belajar silat,” bebernya saat menceritakan pengalaman pahitnya.

Kala itu, Raymond mengaku pernah pulang dengan kondisi pelipis sobek. Selain itu, orang tua dari anak-anak yang pernah berkelahinya dengannya juga sampai mendatangi kedua orang tuanya untuk protes.

Tak hanya itu, ketua rukun tetangga (RT) pun sampai datang ke rumahnya. Hingga akhirnya, kedua orang tuanya memutuskan untuk berpindah rumah.

Semula di Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto pindah ke Balowerti, Kecamatan Kota. “Ayah sempat ngeluh, kalau ayah nggak ada, masa terus melakukan hal negatif terus, nanti masa depannya bagaimana. Dari situ saya sadar,” akunya.

Menariknya, orang tuanya tidak serta merta melarang Raymond belajar bela diri. Malahan, Raymond didaftarkan untuk belajar kick boxing.

Nyatanya, langkah dari orang tua Raymond ini berbuah manis. Berada di lingkungan yang positif, Raymond semakin termotivasi untuk berprestasi.

“Saya ingin membuat kedua orang tua saya bangga. Saya dulu pernah membuat malu, jadi sekarang yang ingin terus berprestasi,” jelasnya.

Tak sekadar berprestasi, Raymond juga tumbuh sebagai remaja yang semakin mandiri. Dia rela tinggal di Keniten, Mojo, demi merawat kakek dan neneknya.

Sementara itu, orang tuanya tetap tinggal di Kota Kediri bersama dengan kakak dan kedua adik Raymond.

“Kakek saya sakit, jadi saya ingin membantu merawat dan menemani kakek dan nenek saya,” ungkapnya sembari menyebut dirinya dulu dirawat oleh kakek dan neneknya ketika orang tuanya bekerja.

Praktis, dia benar-benar berjuang keras untuk menjalani latihan. Namun semuanya dilakukan dengan semangat. Meski capek, dia benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan waktunya.

“Sebentar lagi ayah saya pensiun. Saya ingin orang tua saya tidak terbebani dengan biaya sekolah saya di SMA,” harapnya.

Karena semua itulah Raymond berlatih keras. Dia ingin terus berkarir sebagai atlet. Tak sekadar berprestadi di daerah, melainkan juga di tingkat nasional hingga internasional. “Saya berharap bisa sampai ASEAN Games,” inginnya.

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#porprov #muay thai