Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Agenda Rapat Pemerintah Kena Efisiensi, Semua Hotel di Kediri Gigit Jari

Emilia Susanti • Senin, 14 April 2025 | 04:11 WIB
Photo
Photo

Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah membuat pendapatan hotel dan restoran turun drastis. Larangan rapat di hotel membuat sewa ruangan di triwulan pertama kosong. Ditambah lagi larangan wisuda yang diikuti pembatalan pesanan sejumlah sekolah.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itu sangat cocok menggambarkan dilema yang dialami oleh sejumlah hotel di Kediri. Selain okupansi hotel yang susut karena terdampak melemahnya perekonomian, bisnis sewa ruangan untuk rapat dan berbagai kegiatan lainnya juga zonk alias tidak ada pesanan sama sekali.

          “Biasanya di bulan Maret sudah banyak kegiatan rapat. Karena muncul Inpres efisiensi itu jadi tidak berani. Tidak ada kegiatan sama sekali (di hotel, Red),” ungkap Do, salah satu pengelola hotel di Kediri.

          Nihilnya acara rapat, bimbingan teknis, dan kegiatan pemerintah lainnya di hotel dan hall itu, menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Prabowo Subianto No. 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

Ada tujuh poin yang diatur di sana. Salah satunya terkait pembatasan belanja gubernur serta bupati/wali kota. Meliputi kegiatan bersifat seremonial, kajian, studi banding, pencetakan, publikasi. Kemudian, pembatasan seminar/focus grup discussion (FGD). Hingga perjalanan dinas yang dikurangi sebesar 50 persen.

Pembatasan acara seremonial itulah yang berdampak langsung pada sewa ruangan di hotel. Pasalnya, selama ini mayoritas acara berupa FGD dan seremoni pemerintah daerah selalu digelar di hotel. Tidak hanya yang berskala besar, skala peserta puluhan pun masih sering menyewa ruangan di hotel.

Alasannya, pelaksanaan acara di hotel mempermudah pertanggungjawaban mereka. Selebihnya, panitia juga tidak perlu ribet karena semua sudah disiapkan pihak hotel.

Namun, dengan larangan tersebut, praktis hingga minggu kedua April ini belum ada satu pun kegiatan pemerintah yang digelar di hotel. “Kalau dari pendapatan sewa ruangan ya turun sampai 50 persen lebih. Dan akan terus turun. (Acara, Red) swasta kan kecil,” sambung Ya, pengelola hotel lainnya di Kediri sembari menyebut dalam sebulan biasanya lebih dari 10 kegiatan digelar di ruangan hotelnya.

Keresahan para pengelola hotel di Kediri bertambah karena awal Maret lalu Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengeluarkan larangan wisuda dan acara kelulusan di luar sekolah untuk SMA/SMK. Disusul April ini larangan serupa diterapkan untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, dan SMP.

Jika orang tua menyambut gembira kebijakan tersebut karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan, kebijakan baru itu membuat pendapatan hotel semakin seret. “Ini sudah ada belasan SMP dan SMA yang membatalkan booking ruangan dan booking tanggal. Tidak berani semua,” keluh Di, pengelola hotel lain di Kediri.

 Diakuinya, potensi pendapatan senilai puluhan juta hingga ratusan juta dari acara pemerintah daerah dan wisuda raib akibat dua kebijakan itu. “Semua resah. Teman-teman hotel lain mengeluh semua,” jelas Ya, diamini dua pengelola hotel lainnya.

          Terkait keluhan dari para pengelola hotel di Kediri buntut efisiensi anggaran dan larangan wisuda, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri Agung Kartika membenarkannya. Menurutnya, sebagian besar pendapatan hotel di Kediri memang bersumber dari kegiatan dinas atau kegiatan pemerintah daerah.

“Hotel di Kediri itu bukan hotel wisata. Kita bukan Kota Wisata, (tetapi) kota bisnis atau transit. Sehingga mayoritas income yang didapatkan adalah kegiatan-kegiatan yang sifatnya dari pemerintah atau government,” ungkap pria yang akrab disapa Agung itu.

          Buntut dari larangan rapat dan kegiatan bersifat seremonial itu, menurut Agung sudah terjadi penurunan permintaan sejak sebelum Ramadan. Untungnya, mereka sedikit tertolong momen Idul Fitri. “Lha ini yang diperkirakan setelah Lebaran. Setelah syawal nanti akan jadi bumerang,” lanjutnya menggambarkan kesulitan yang menimpa bisnis perhotelan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #dampak efisiensi anggaran #Rapat di Hotel #Hotel Sepi #Efisiensi anggaran 2025