Jalanan yang gelap, tentu saja, banyak efek jeleknya. Terutama di malam hari. Selain rawan kejahatan-terutama yang di daerah sepi yang jauh dari permukiman-juga rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Misalnya di ruas jalan Wates-Blitar tepatnya di area perkebunan tebu Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar. Di jalanan sepanjang dua kilometer hanya ada empat PJU. Itupun dua di antaranya mati.
Akibatnya, sering terjadi kecelakaan. Pada 2023 lalu, dari rentang Agustus hingga November, sedikitnya terjadi tiga kali yang memakan korban jiwa. Mulai tabrak lari, adu banteng, serta menabrak truk yang parkir.
Pada 2024, ada penambahan dan perbaikan PJU. Imbasnya, di lokasi tersebut tidak terjadi kecelakaan sepanjang tahun tersebut.
"Iya kurangnya penerangan jalan jadi salah satu penyebab. Karena penglihatan pengguna jalan jadi terganggu akibat minimnya cahaya," jelas Kasatlantas Polres Kediri AKP I Made Jata Wiranegara membenarkan asumsi jalan gelap yang bisa menyebabkan kecelakaan.
Dia merinci ruas jalan yang jadi spot sering terjadinya laka karena minim penerangan. Di jalan raya Kediri-Pare yaitu di Jalan Diponegoro, Adan-adan, Gurah. Kemudian di sepanjang ruas Jalan Raya Kediri-Blitar dari Bedali sampai Kunjang, Ngancar. Ada pula di Jalan Raya Kediri-Tuluangung di ruas Desa Nyawangan, Kecamatan Kras. Juga di Jalan Raya Mejono-Tegowangi, Kecamatan, Plemahan.
Jata mengatakan, di setiap ruas tersebut sedikitnya dalam setahun terjadi lebih dari satu kali kecelakaan yang terjadi malam hari. "Salah satu penyebab karena minimnya lampu penerangan yang berakibat pada berkurangnya visibilitas pengendara saat melintas," jelas perwira pangkat tiga balok emas di pundak itu.
Dia menambahkan, korban tidak hanya pengendara. Tapi juga pejalan kaki. Sebab, daerah itu juga dekat dengan permukiman.
Sebagai antisipasi, dia mengatakan, polisi akan terus mendorong pemda menangani kekurangan PJU tersebut melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LAJJ). Selain itu juga meningkatkan patroli dan strong point pada titik tersebut. Serta terus dilakukan edukasi secara masif.
"Kalau pejalan agar berhati-hati ketika melintas ruas tersebut," jelas perwira asal Bali itu.
Untuk diketahui, salah satu ruas jalan yang rawan laka karena minim PJU adalah jalur Papar-Purwoasri yang merupakan jalur Nasional. Sehingga kewenangan pemkab juga terbatas.
Rozi mengatakan, bahwa pada 2023 lalu, Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) melakukan pengadaan PJU sejumlah 70 titik. Mulai Mengkreng hingga utara Pasar Purwoasri. Namun karena masih banyak yang gelap, walaupun jalan nasional, pemkab pun juga melakukan pengadaan.
"Pemkab setelah itu juga membangun sekitar 60-an, mulai Tanon sampai Pasar Purwoasri. Melanjutkan yang dari nasional itu," jelasnya.
Sebenarnya, pada 2024 lalu, pemkab diminta mendata dan melakukan pengajuan. Namun, adanya efisiensi memunculkan ketidakjelasan pengadaan PJU di jalur nasional oleh Pemerintah Pusat.
"Mau tak mau jadi kami usahakan agar tidak bergantung pada nasional. Mengupayakan agar jalu nasional juga. Namun pioritas jalan tetap yang kabupaten dulu sembari melihat urgensinya," jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira