Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sentra Kuliner yang Mulai Tumbuh di Kota Kediri Bisa Jadi Opsi Penataan PKL

Ayu Ismawati • Jumat, 21 Februari 2025 | 16:50 WIB

 

Photo
Photo

JP Radar Kediri - Sentra kuliner yang mulai tumbuh di sejumlah pasar tradisional, agaknya bisa dipadukan dengan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Kediri.

Para pedagang yang selama ini berjualan di tempat-tempat terlarang itu bisa segera direlokasi ke pasar untuk semakin menghidupkan kawasan kuliner di sana.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan, melihat banyak space yang masih ada di pasar tradisional, pihaknya memang menjadikan pasar sebagai salah satu opsi tempat relokasi PKL.

Syaratnya, mereka harus membayar jasa pelayanan sebagai imbalan penggunaan fasilitas yang diberikan pemerintah.

“Itu sudah merupakan salah satu skema kami dengan teman-teman PD Pasar (Perumda Pasar Joyoboyo, Red) untuk membuat konsep tematik. Salah satunya ya hasil relokasi PKL-PKL itu,” ujar Wahyu soal peluang menumbuhkan sentra kuliner di pasar tradisional.

Dengan begitu, ratusan PKL yang terdampak kebijakan penataan oleh pemerintah, bisa tetap melanjutkan usahanya.

Di sana, PKL bisa menempati ruang-ruang yang ada. Salah satunya di selasar pasar.

“Toh mereka juga mendapat prioritas. Mendapat harga yang lebih murah,” tandasnya.

Nantinya, penempatan PKL di pasar-pasar tetap akan menyesuaikan karakteristik masing-masing pasar.

Dia mencontohkan, pihaknya bersama Perumda Pasar Joyoboyo juga tengah menjajaki rencana membuat konsep tematik di Pasar Banjaran. 

“Pasar Banjaran itu jam 5 sore sudah tutup. Itu bisa kita manfaatkan untuk yang jualan malam hari sampai jam 12 malam,” urainya mencontohkan kawasan itu yang bisa dijadikan sebagai sentra kuliner malam seperti sentra angkringan.

Tarif yang dibanderol di pasar tradisional menurut Wahyu juga relatif terjangkau.

Baca Juga: Lantai 2 Pasar Pahing Kota Kediri Kini Beralih Fungsi Jadi Sentra Kuliner Kekinian

Terlebih jika dibandingkan dengan biaya sewa yang digelontorkan PKL untuk menyewa lapak liar.

Yaitu, lapak-lapak semi-permanen yang dibangun orang tidak bertanggung jawab di atas fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Kediri.

Salah satunya yang marak ditemui adalah di Jl Joyoboyo. Untuk diketahui, saat ini ruas jalan yang diterapkan penataan tersebar di Jl Joyoboyo, Jl Patiunus, Jl Hayam Wuruk, Jl Erlangga, dan Jl PK Bangsa.

Di sepanjang Jl PK Bangsa-Jl Erlangga-Jl Hayam Wuruk saja, sedikitnya ada 142 PKL.

Baik yang berjualan di pagi, siang, maupun malam.

“Nanti kita lakukan bertahap (untuk ruas jalan lainnya, Red). Sementara kita fokuskan dulu di Kecamatan Kota,” ungkap Wahyu. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.  

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #PKL Kediri #kuliner kediri #kuliner kediri raya #disperdagin kota kediri #pasar kediri #sentra kuliner #penataan pkl #pasar tradisional #jawa pos