Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Atlet Voli, Kini Rivana Yuliar Santoso Menjadi Instruktur Zumba

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 12 Januari 2025 | 16:05 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Nana memiliki potensi yang besar dalam olahraga voli. Semua dilalui secara bertahap. Tidak ada yang instan. Kerja keras adalah satu-satunya cara.

Upaya Nana semakin berat lantaran awalnya tidak menyukai olahraga ini. Baginya, voli cukup menantang. Dia enggan tangan dan badannya lebam terkena bola.

Sementara, orang tuanya, Joko Santoso dan Emiati dulunya adalah atlet voli. Tak ayal, dorongan terhadap Nana sangat besar. Mereka berharap sang putri tercinta dapat meneruskannya.

Hingga akhirnya Nana tercebur dalam olahraga tersebut. Dia memulai perjalanan itu sejak kelas 2 SD.

“Karena (orang tua) ingin agar aku mengikuti jejak mereka,” jelas perempuan yang berdomisili di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto ini.

Nana sebenarnya lebih suka menari daripada bermain voli. Namun, dorongan yang kuat dari orang tua membuatnya terus berusaha.

“Karena kalau kena bola itu sakit. Selain itu latihanmya juga berat,” aku perempuan kelahiran 1992 itu.

Dia hanya bisa mengikutinya saja. Awalnya, Nana berlatih setengah hati. Namun seiring berjalannya waktu, ketertarikannya pada voli mulai tumbuh. Dia semakin enjoy dan lebih bersungguh-sungguh.

Setelahnya, dia mulai mencoba berlaga. Mulai dari liga-liga kabupaten, hingga sekelas provinsi.

Karena ketekunannya, dia banyak meraih kemenangan. Walaupun kekalahan juga menjadi makanan sehari-harinya.

Saat kelas V mau naik ke kelas VI, Nana ikut kejuaraan nasional yang diadakan di Ragunan, Jakarta.

Saat itu dia beserta timnya memenangi laga. Sampai-samapi Nana ditawari kontrak di klub sana.

“Tapi karena masih kecil, dan menurut orang tua belum siap, jadi gak boleh,” kenang perempuan 32 tahun itu.

Saat naik ke bangku SMP, Nana terus mengembangkan bakatnya. Dia ikut klub voli Kota Kediri.

Berbagai pertandingan dia ikuti. Mulai lokal hingga nasional. Itu juga berlanjut hingga bangku SMA. Alumnus SMA 7 Kediri itu ikut berbagai laga.

Hampir setiap pertandingan timnya selalu menang. Seperti Kejurnas di Sulawesi pada 2010, PON 2010 di Jogja yang meraih juara satu, dan berbagai laga lainnya.

“Selalu juara tiga besar,” akunya.

Lulus dari bangku SMA, alumnus Universitas Islam Kadiri itu juga masih lanjut voli. Kali ini fokusnya lebih ke liga tarkam. Gelar juara terus dia pertahankan.

Sampai akhirnya pada 2022 lalu. Saat di semifinal pertandingan tarkam, di set 2 poin 24-20. Setelah melakukan smash, dia alami kecelakaan.

Kakinya terkena cedera parah. Nana mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL).

“Jadi penyambung di lutut itu hampir putus. Sakit sekali dan tidak bisa digerakkan,” kenangnya.

Karena itu, dia harus memulihkan kondisinya. Rasa sakit itu dia alami hingga berbulan-bulan.

“Karena posisi bengkak, operasi juga gabisa. Jadi hanya boleh dikompres dan minum obat pereda nyeri,” akunya.

Dia lakukan terapi untuk bisa memulihkan kakinya. Beruntung, lama kelamaan cedera berangsur sembuh. Namun, dia memilih untuk banting kemudi. Kebetulan, dia aktif ikut kelas zumba.

“Karena kan happy-happy ya, nari-senam. Juga bisa rilis stres,” akunya.

Seiring berjalannya waktu, kecintaan terhadap zumba makin membuncah. Sampai akhirnya terbesit di pikirannya mengenai masa depannya.

Nana merasa di dunia voli, dia hanya akan stagnan. Akhirnya dia benar-benar menggantungkan sepatu volinya. Nana mulai fokus di dunia zumba.

“Ini sebenarmya pilihan berat. Jadi memutuskan untuk fokus satu, yaitu di zumba,” terangnya.

Dia pun sekolah untuk menjadi instruktur Zumba. Kini, Nana folus menjadi instruktur zumba di kediri. Untuk jadwal regulernya, setiap seminggu dua kali.

Selain itu, hampir di setiap Sabtu atau Minggu, dia juga mengisi undangan instansi. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kerja keras #radar kediri #zumba #instruktur zumba #atlet voli #jawa pos