JP RADAR KEDIRI- Pesona Kampung Inggris di Pare semakin memikat. Terutama saat liburan seperti sekarang ini. Mereka yang ingin belajar bahasa di tempat ini meningkat hingga 300 persen.
“Tiap tahun saya langganan liburan di sini. Ambil paket dua minggu,” ucap Hanum, seusai menghabiskan makanan di salah satu warung di Kampung Inggris.
Gadis ini adalah mahasiswa asal Jakarta yang berkuliah di Universitas Brawijaya, Malang. Kali ini dia mengambil paket dua pekan, di salah satu tempat kursus.
“Ngisi liburan juga belajar. Biar nggak stres aja di sini,” candanya.
Hanum adalah satu dari ribuan pelajar yang memilih menghabiskan waktu liburan dengan belajar bahasa di Kampung Inggris.
Tingginya pendatang itu terlihat dari padatnya aktivitas di tempat yang berada di dua desa, Tulungrejo dan Pelem, setiap hari.
Pelajar berlalu-lalang. Ada yang berjalan kaki, ada pula yang bersepeda kayuh.
Di tempat ini memang banyak penyewaan sepeda yang bisa dimanfaatkan untuk bepergian.
Arus kedatangan peserta kursus juga terus terlihat. Kendaraan yang mengangkut mereka yang baru datang bermunculan.
Kemudian, remaja-remaja segera mengeluarkan koper dari mobil. Membawanya masuk ke salah satu tempat kursus yang dituju.
“Kalau liburan seperti ini (jumlah peserta kursus) bisa mencapai 10 ribu,” terang Wakil Sekretaris Forum Kampung Bahasa M. Baidlowi. Forum ini beranggotakan para owner kursusan yang ada di Kampung Inggris.
Artinya, jumlah peserta kursus ketika liburan bisa meningkat hingga 300 persen! Sebab, kalau hari biasa jumlahnya ‘hanya’ tiga ribu pelajar.
Baca Juga: Kata Pengamat Pertanian kenapa Banyak Tanaman Jagung Busuk di Musim Ini
“Kenaikan dari tahun lalu sangat signifikan. Kami sangat bangga,” ucap pria asal Pasuruan yang biasa disapa dengan panggilan Mr Bay ini.
Lebih-lebih, peningkatan jumlah siswa tersebut seiring dengan peningkatan fasilitas pendukung.
Mulai dari soal katering, penginapan, hingga paket-paket belajar yang ditawarkan lembaga-lembaga kursus.
Jumlah lembaga kursusnya pun meningkat pesat. Kini, ada 170 lembaga. Yang membuka model kursus luar jaringan (luring) ataupun dalam jaringan (daring).
Menariknya lagi, yang ditawarkan saat ini bukan semata belajar bahasa Inggris.
Tapi juga bahasa asing lain. Seperti bahasa Arab, mandarin modern maupun tradisional, Jepang, Korea, hingga Turki.
“Mulai berkembang kursus bahasa asing lain itu 2010 ke atas,” terang Mr Bay.
Daya tarik Kampung Inggris yang besar bagi pelajar ini tak lepas dari lengkapnya program yang disediakan.
Termasuk pula job interview ke luar negeri hingga test of English as a foreign language (TOEFL).
Tak hanya itu, menurut pemilik Seventeen Course ini, mereka tak melulu memikirkan program yang diberikan ke peserta kursus.
Tapi juga berusaha meningkatkan kualitas berbahasa warga yang tinggal di Kampung Inggris. Ada program khusus yang bernama Kampung Inggris Mengajar.
Yang memberi pelajaran bahasa asing bagi warga dan pedagang. Kegiatan ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir.
"Kami ingin menciptakan Kampung Inggris yang sebenarnya. Agar pedagang dan warganya bisa berkomunikasi dengan baik. Sehingga bila ada yang ingin praktik bahasa Inggris bisa meresepon,” papar Mr Bay.
Dhowi, pengelola lembaga Mr Language, mengatakan tempatnya mengalami peningkatan peserta kursus hingga 60 persen. Mulai dari pelajar sekolah dasar hingga menengah pertama.
"Desember rata-rata siswanya SD dan SMP. Kalau Januari biasanya yang masuk mahasiswa," papar Dhowi.
Khusus liburan ini, paket yang ditawarkan lembaga kursus pun berbeda-beda.
Ada yang lengkap dengan makan, liburan, hingga laundry. Bahkan, termasuk penjemputan dari bandara, terminal, atau stasiun tempat mereka tiba.
Biasanya para lembaga kursus bekerja sama dengan warga sekitar sebagai penyedia makan atau jasa cuci itu.
"Sekalian agar bisa memberdayakan warga sekitar juga," tandasnya.
Hal yang senada juga turut disampaikan oleh Yusuf, pengelola lembaga The Eagle.
Musim libur seperti ini menjadi tradisi lembaga-lembaga yang ada di Kampung Inggris ramai peserta kursus.
"Lebih naiknya Januari, (ketika) anak kuliahan itu pada libur," paparnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah