KEDIRI, JP Radar Kediri - Mengapa banyak jagung yang busuk batang saat musim hujan?
Jawabannya karena tanaman ini tidak cocok ditanam saat musim penghujan. Hal ini ditegaskan oleh pengamat pertanian Tarwa Mustopa SP M.Agr.
Dia mengatakan bahwa tanaman palawija seperti jagung paling cocok ditanam saat kemarau.
Walau demikian, ada pula petani yang tetap menanam jagung saat masuk musim penghujan.
Tujuannya, karena saat musim itu pesaingnya sedikit. Sehingga permintaannya juga tinggi. Harga pun juga bisa lebih tinggi dari pada saat musimnya.
"Karena pasar sedang sepi, sehingga nilainya juga tinggi," jelas Tarwa.
Namun, risikonya tinggi. Perawatannya pun juga harus lebih. Lebih-lebih ketika hujan deras dan menimbulkan genangan. Jagung terlalu banyak terkena air membuat tanaman busuk.
"Hujan ini juga membawa penyakit," jelasnya.
Soal penyebab penyakit, dia merincinya menjadi tiga. Pertama karena jamur. Itu terjadi ketika tanaman dalam kondisi lembab dalam waktu yang lama. Hal ini bisa membuat pertumbuhan tanaman terhambat.
Berikutnya virus. Hal ini mengakibatkan tanaman tidak bisa tumbuh. Sehingga tanaman bisa kerdil. Menurut Tarwa, jika tanaman terkena virus, kemungkinan tanaman bisa diselamakan sangat kecil.
"Satu-satunya cara harus dicabut," jelasnya.
Yang ketiga karena bakteri. Bakteri bisa muncul di genangan air.
Selain karena penyakit, saat musim hujan juga tanaman bisa mudah terkena hama. Seperti pengerek batang.
Ketika hujan, daun jagung yang cekung menyebabkan air tertahan di daun. Kondisi inilah yang disenangi hama pengerek batang untuk tempat bertelur. Sehingga ketika menetas, akan menyerap nutrisi dari tanaman.
"Pengerek batang ini yang paling sering terjadi," terang Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kediri ini.
Menurutnya, pengerek batang sulit diberantas karena hewannya terbang.
Sehingga obat tidak bisa langsung kena ke hama. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memberi insektisida di ujung-ujung tanaman. Ketika menetas, jika pengerek batang terkena obat, bisa mati.
"Namun kalau hujannya terlalu tinggi tetap sulit. Satu sisi insektisida bisa tersapu hujan. Selain itu terlalu banyak air juga tidak bagus buat jagung," terang dosen Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Uniska ini.
Dari penelusurannya, dia juga menemukan banyak jagung yang memang terkena penyakit. "Menyeluruh, di mana ada jagung, penyakitnya sama seperti itu. Karena memang musimnya penghujan. Tidak hanya di Kediri saja, di daerah lain juga," jelasnya.
Apakah berarti benih-benih yang ada ini merupakan produk gagal? Menurutnya benih-benih yang ada sudah sesuai dan bagus-bagus. Hanya saja karena musimnya yang tidak cocok, sehingga hasilnya pun juga jelek.
Dia membenarkan kondisi saat ini tak mempengaruhi stok jagung. Karena pedagang belajar dari pengalaman.
"Jadi tahu dengan sirkulasi. Ketika panen melimpah harga kan murah, jadi disimpan dulu. Ketika musim seperti ini baru dikeluarkan. Jadi stoknya masih, harga juga bagus," akunya sembari menyebut bahwa Kabupaten Kediri merupakan salah satu lumbung jagung, khususnya daerah Purwoasri.
Menurutnya harga juga bisa tinggi. Namun, karena jagung merupakan salah satu makanan pokok, menurutnya, kenaikan harga tidak akan drastis. Karena diintervensi pemerintah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah