Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Segini Anggaran yang Digelontorkan Pemkot Kota Kediri untuk Operasional Bus Satria

Ayu Ismawati • Minggu, 8 Desember 2024 | 17:46 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sejak diluncurkan pada 1 September 2023 lalu, layanan bus Satria pelan-pelan bertransformasi. Jika awalnya hanya difungsikan sebagai bus angkutan anak sekolah, kini mulai merambah fungsi pariwisata. Yang awalnya hanya ada tiga armada, kini bertambah menjadi lima armada.

Memasuki tahun keduanya di 2024 ini, layanan transportasi umum itu masih tetap digratiskan. Pemerintah Kota Kediri memastikan, bus kota ini akan tetap gratis. Setidaknya di 2025 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur mengatakan, bus-bus berplat merah itu dilarang menarik biaya. Jika Pemkot Kediri ingin mengomersilkan transportasi publik itu, mereka harus lebih dulu membentuk badan layanan umum daerah (BLUD) atau badan usaha milik daerah (BUMD) yang menaungi bus Satria.

“Satria ini kan rintisan. Bila ada investor atau pihak ketiga yang tertarik, kami bisa kerja sama. Mungkin selama setahun ini belum ada investor yang tertarik terkait transportasi umum,” katanya.
Belum adanya investor, menurut Didik menimbang potensi laba yang minim jika diterapkan di Kota Kediri.

Sebab, di sini akses transportasi umum relatif sudah menjangkau simpul-simpul dalam kota. Sebut saja seperti bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sudah masuk kota. Pun perkembangan ojek online yang juga pesat.“Belum lagi masyarakat yang suka kendaraan pribadi,” sambungnya.

Dengan kondisi tersebut, operasional bus Satria dirasa masih memadai dengan mekanisme seperti yang diterapkan saat ini. Terutama sebagai fungsi alternatif transportasi dalam kota. Khususnya bagi kalangan anak sekolah yang masih menjadi sektor pengguna paling banyak.

“Masyarakat juga sudah menerima kondisi seperti ini. Nanti kalau kami buat BUMD, terus trayeknya kami perbanyak, tapi nggak ada penumpang malah bisa defisit,” lanjut Didik.

Sebab, untuk membentuk BUMD, harus dilakukan penambahan armada. Demikian pula perubahan yang harus dilegitimasi melalui peraturan daerah (perda). Dengan demikian, menurut Didik pelayanan transportasi umum bus Satria ini ke depannya masih akan digratiskan seperti saat ini.
“Timbal baliknya, Outcome-nya, orang senang. Membahagiakan masyarakat kan perlu biaya,” kelakar Didik.

Hal tersebut menurut Didik juga didasarkan pada hasil kajian yang dilakukan dinas perhubungan. Bahwa beban APBD untuk membiayai operasional Bus Satria justru tidak lebih tinggi dibanding jika berubah menjadi BULD. Sebab, layanan transportasi gratis itu dihadirkan untuk mengatasi persoalan transportasi umum.

Dalam setahun ke belakang, Pemkot Kediri menggelontorkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk operasional bus Satria. Alokasinya untuk belanja jasa tenaga pengemudi dan kru, pemeliharaan kendaraan dan halte, pajak, serta bahan bakar minyak (BBM). Setiap harinya, rata-rata penumpang mencapai 69 orang. Dalam setahun, jumlah penumpang sedikitnya mencapai 21 ribu orang.

Untuk meningkatkan pelayanannya, ke depan menurut Didik akan ada penambahan rute baru. Menyasar wilayah timur Kota Kediri dengan titik keberangkatan dari Terminal Tipe C Tempurejo.
“Tahun ini juga kita akan tambah satu (armada). Jadi ada enam. Tapi ini masih proses. Nanti untuk di wilayah timur rencananya,” ungkap Didik.

Penambahan armada dan rute baru itu diharapkan bisa memeratakan layanan transportasi umum di seluruh wilayah Kota Kediri. Termasuk menghidupkan kembali perekonomian di area Terminal Tipe C Tempurejo.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#dishub kota kediri #angkutan umum #kediri #bus sekolah #pemkot kediri #bus SATRIA