Kasus pembunuhan PSK di salah satu hotel beberapa tahun silam tak mengurangi hasrat mereka membanjiri Kota Kediri. Meskipun hal itu membuat mereka lebih berhati-hati.
Handphone di genggaman SI beberapa kali berdering. Sejenak wanita ini mengarahkan mata ke layar telepon selular itu. Mengecek apakah datang dari pelanggan atau rekan sejawat.
Tindakan seperti itu dilakukan berulang-ulang kali. Dalam sepuluh menit SI bisa mengecek HP-nya lebih dari jumlah jari tangan.
“Maaf ya Akang, ini masih ada teman yang nge-chat,” pintanya dengan logat Sunda yang kental.
Ya, waktu SI memang tersita dengan handphone-nya itu. Bukan cuma meladeni pelanggan yang sedang menawar dirinya. Juga untuk membalas pesan dari rekan-rekannya sesama PSK online. Teman-teman wanita beranak dua ini punya kecemasan tersendiri menunggunya melayani lelaki hidung belang. Apalagi bila dianggap terlalu lama.
Wanita yang dulu bekerja di pabrik mi instan ini bercerita, dia tak ingin jauh-jauh dari HP. Alasan pertama adalah karena gawai itu alat utama bernegosiasi dengan calon penyewa.
Kedua, gawai itu menjadi sarana mengirim kabar ke teman-temannya ketika memuaskan nafsu hidung belang. Kepada empat PSK online dari Jawa Barat yang sama-sama berada di Kota Kediri.
Isi pesannya tak jauh dari kondisi SI terkini. Apakah aman berada di kamar bersama lelaki hidung belang? Satu hal yang menjadi perhatian mereka saat ini. Sebab, tak selamanya menjadi PSK online itu menyenangkan. Di balik bergelimangnya uang yang diterima ada ancaman yang selalu mengintai.
“Kalau uangnya gede ya pasti risikonya gede,” sambungnya
SI langsung memberi contoh. Satu kasus yang dialami oleh seorang PSK malang yang dibunuh di Hotel Lotus pada 28 Februari 2021. Meski tak kenal secara langsung, namun kejadian tersebut sangat ‘melegenda’. Khususnya di kalangan PSK dari Jawa Barat.
Kejadian tersebut rentan dialami oleh PSK seperti SI. Selama satu tahun menjadi PSK, dia sudah merasakan bahwa tak semua lelaki hidung belang itu akan bersikap lembut. Banyak pula di antara mereka yang bersikap kasar. Bahkan terkesan merendahkan.
Bila seperti itu SI akan berancang-ancang. Mengirim pesan kepada rekannya yang sedari tadi sudah menunggu. Jika dalam jangka waktu tertentu SI tak menjawab pesan, artinya ada sesuatu yang tak beres. Oleh sebab itu rekannya harus sigap untuk menyelamatkan. Salah satunya, seperti, langsung masuk ke dalam kamar yang digunakan SI.
Cara tersebut juga bisa dibuat agar si lelaki hidung belang cepat meninggalkan kamar. Dengan berpura-pura menelepon seseorang yang hendak masuk ke dalam kamar. Alhasil mau tak mau si penyewa akan segera meninggalkan kamar.
Cara tersebut efektif dan selalu menjadi penolong. Selama satu tahun ini SI tak mengalami kejadian yang bisa membuat nyawanya melayang.
“Takut sih ada, tapi beruntung sampai saat ini masih tergolong aman,” ucapnya lega.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah